Departemen Kimia UB Bersama Masyarakat Pandanwangi, Sulap Limbah Organik Bernilai Ekonomi

TIM Departemen Kimia FSTeM UB foto bersama Masyarakat Pandanwangi 

Kota Malang, Bhirawa

 Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (Fakultas STeM) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Kali ini, mereka menggandeng masyarakat Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, untuk mengembangkan produk ramah lingkungan berbasis eco enzim guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

​Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Kompartemen Biokimia ini mengusung tema “Pemanfaatan Eco Enzim dari Limbah Organik untuk Mendukung Produk Ramah Lingkungan dan Ekonomi Sirkular Masyarakat”. Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UB.

​Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Pandanwangi, Dewi Citra Larasati, S.AP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi taktis antara pihak akademisi dan warga ini. Menurutnya, pelatihan ini memberikan bekal keterampilan yang sangat aplikatif untuk rumah tangga.

​”Program ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan praktis dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut agar masyarakat semakin mandiri mengelola lingkungan sekaligus menangkap peluang usaha baru,” ujar Dewi Citra.

 

​Ketua Tim Pengabdian UB, Dr. Arie Srihardyastutie, menegaskan bahwa orientasi utama dari program ini adalah keberlanjutan dampak di tengah masyarakat, bukan sekadar pelatihan formal.

​Untuk memastikan hal tersebut, sebanyak 12 mahasiswa KKN Departemen Kimia UB diterjunkan langsung untuk melakukan pendampingan intensif selama tiga minggu, mulai 22 Juni hingga 18 Juli 2026. Di bawah koordinasi Achmad Ali Imron Rahmatulloh, para mahasiswa memandu warga mempraktikkan teknologi sederhana berbasis kimia yang aman untuk skala rumah tangga.

​Dalam sesi praktik interaktif, warga diajarkan memproduksi beberapa produk inovatif:

• ​Sabun Cair Ramah Lingkungan: Memanfaatkan formula eco enzim untuk kebutuhan sanitasi rumah tangga.

• ​Telur Asin: Inovasi pengolahan pangan lokal.

• ​Tepache: Minuman fermentasi segar yang memanfaatkan limbah kulit buah nanas yang biasanya dibuang.

​”Kami ingin masyarakat tidak hanya paham cara membuat eco enzim, tetapi juga mampu mengembangkan produk turunannya secara mandiri agar memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan,” jelas Dr. Arie.

​Dukung Capaian Target Global (SDGs)

​Koordinator Mahasiswa KKN, Achmad Ali Imron Rahmatulloh, menambahkan bahwa momentum ini menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu bangku kuliah ke realitas masyarakat. Monitoring dan evaluasi berkala akan terus dilakukan hingga pertengahan Juli demi memastikan program berjalan efektif.

​Langkah taktis yang dilakukan oleh civitas akademika UB dan warga Pandanwangi ini ternyata juga linier dengan upaya pemenuhan Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya:

• ​SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui optimalisasi pemanfaatan limbah domestik.

• ​SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Lewat stimulus peluang usaha hijau baru.

• ​SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Berkat sinergi kuat antara UB, Kelurahan Pandanwangi, PKK, dan masyarakat setempat.

​Melalui model kolaborasi multipihak ini, Fakultas STeM UB membuktikan bahwa inovasi hasil penelitian laboratorium dapat diturunkan menjadi solusi nyata yang mendongkrak kesejahteraan hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian bumi.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *