Malang, Bhirawa-Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mantapkan program kuliah sambil kerja di Jepang. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, pengalaman kerja internasional, hingga kemandirian finansial.
Program unggulan ini memfasilitasi mahasiswa Vokasi UMM untuk menempuh studi sekaligus bekerja secara legal di berbagai perusahaan dan institusi di Negeri Sakura. Selain menyerap ilmu dari negara maju, para peserta juga berkesempatan mengasah kemahiran berbahasa asing serta meresapi budaya kerja Jepang yang terkenal akan disiplin dan ketelitiannya.
Dekan Fakultas Vokasi UMM, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafaah, M.T., menegaskan bahwa ekspansi program internasional ini merupakan komitmen nyata pihak fakultas dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk merasakan pengalaman belajar sekaligus bekerja di luar negeri. Jepang menjadi salah satu negara tujuan utama karena memiliki budaya kerja yang kuat, teknologi maju, serta peluang pengembangan karier yang sangat baik bagi lulusan vokasi,” ujar Lailis.
Baca Juga:UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain
Untuk menjamin kualitas program, seleksi ketat diberlakukan bagi mahasiswa yang memiliki rekam jejak akademik unggul dan motivasi tinggi. Sebelum diberangkatkan, para kandidat diwajibkan mengikuti pemusatan pelatihan bahasa Jepang serta pembekalan adaptasi budaya. Pembekalan terstruktur ini disiapkan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ritme industri modern di Jepang.
Melalui program ini, Fakultas Vokasi UMM juga merespons tingginya permintaan tenaga kerja terampil di level internasional. Pengalaman berinteraksi langsung dengan sistem industri manufaktur maupun jasa di Jepang diharapkan menjadi nilai tawar utama bagi mahasiswa saat merintis karier di dalam negeri maupun mancanegara.
Prof. Lailis juga mendorong seluruh mahasiswa Vokasi UMM untuk berani mengambil peluang internasional dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, pengalaman global bukan sekadar perjalanan akademik biasa, melainkan pembuktian bahwa lulusan vokasi UMM adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.mut












