FK UB : Tidak Ada Tekanan Akademik dan PK2Maba Terkait Insiden Jatuhnya Mahasiswa

Kota Malang, Bhirawa— Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mengklarifikasi resmi terkait insiden jatuhnya salah satu mahasiswanya di area gedung  UB, Kamis 10/9 pagi. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

​Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An., menegaskan bahwa penelusuran internal dilakukan strictly pada lingkup institusi pendidikan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan kegiatan kampus.

​Pihak fakultas membantah narasi yang beredar di publik bahwa insiden tersebut berkaitan dengan tekanan selama pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba) maupun masalah ketidaklulusan.

​”Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, dan berita itu tidak benar. Tidak ada tekanan selama PK2Maba, baik di tingkat universitas maupun fakultas,” tegas dr. Hanif.

​Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang bersangkutan memang sempat tidak hadir pada kegiatan PK2Maba tahun lalu. Namun, kewajiban penugasan pengganti ketidakhadiran tersebut telah diselesaikan dengan baik.

​”Statusnya sudah clear, yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2Maba dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan insiden ini,” tambahnya.

Prestasi Akademik Baik dengan IPK 3,8

​Selain penelusuran kegiatan kemahasiswaan, FK UB juga memverifikasi rekam jejak akademik korban. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada indikasi kesulitan belajar, tekanan dari dosen, maupun perundungan dari senior.

​Fakultas mencatat korban memiliki tingkat kehadiran yang sangat baik, hubungan perkuliahan yang normal, serta capaian prestasi yang memuaskan.

​Status Akademik: Baik dan tidak ada kendala perkuliahan.Indeks Prestasi Kumulatif (IPK): 3,8.Hubungan Sosial Kampus: Kondusif, tidak ada indikasi tekanan dari sesama mahasiswa atau pengajar.

​”Dari sisi akademik dan kemahasiswaan, insyaAllah semua clear tidak ada masalah. Di luar ranah institusi, kami rasa bukan wewenang kami untuk menyampaikan dan kami menjaga penuh privasi korban beserta keluarga,” pungkas dr. Hanif.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *