Che Matthew Harris, MD, MS, FACP
Malang, Bhirawa
Menjadi dokter sukses di kancah global tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan keterampilan klinis yang mumpuni. Lebih dari itu, para calon dokter masa kini dituntut memiliki strategi pengembangan karir yang matang melalui jejaring profesional yang kuat sejak di bangku kuliah.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh pakar dari Johns Hopkins University School of Medicine, Amerika Serikat, Che Matthew Harris, MD, MS, FACP. Ia hadir sebagai pembicara utama dalam International Guest Lecture yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM), yang dipadati ratusan mahasiswa kedokteran setempat.
Dalam pemaparannya, Harris menyoroti pentingnya mahasiswa kedokteran memahami perbedaan fundamental antara peran pendidik, mentor, dan sponsor. Menurutnya, pemahaman ini menjadi kunci utama demi menunjang eskalasi karir medis mereka di masa depan.
”Bimbingan, pelatihan, dan sponsor adalah elemen penting saat Anda melanjutkan karir di bidang kedokteran. Pada akhirnya, Anda akan menjadi seorang mentee yang menerima masukan serta sumber daya untuk mencapai tujuan karir. Di saat yang sama, Anda juga akan mengajarkan generasi dokter berikutnya agar mereka bisa sukses dan berkembang,” tegas Harris.
Lebih lanjut, Harris merinci bahwa seorang mentor akan selalu mendampingi pertumbuhan profesional dalam jangka panjang serta memberikan umpan balik yang jujur. Sementara itu, seorang pendidik lebih berfokus pada pelatihan keterampilan medis yang bersifat teknis dalam jangka waktu yang lebih pendek.
Selain kedua peran tersebut, Harris juga menjelaskan tingkatan tertinggi dalam ekosistem karir medis, yaitu dukungan dari sponsor. Sponsor merupakan tokoh di posisi strategis yang siap mengadvokasi dan merekomendasikan seorang dokter untuk mengambil peran kepemimpinan atau proyek riset strategis.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan mendapatkan relasi prestisius ini sangat bergantung pada proaktivitas, inisiatif, dan cara mahasiswa membawa diri saat berdiskusi.
”Ingatlah sebagai mentee, Anda berada di kursi pengemudi untuk kesuksesan Anda sendiri. Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya tanpa Anda. Anda harus menetapkan kesepakatan dengan mentor, siapkan agenda yang padat, dan datanglah dengan membawa solusi, bukan sekadar masalah,” tambahnya.
Di samping bimbingan dari senior dan pakar, Harris juga mendorong mahasiswa FK UMM untuk membiasakan bimbingan teman sebaya (peer mentoring). Langkah ini dinilai efektif untuk saling bertukar ide dan menjaga akuntabilitas dalam mencapai target akademik sehari-hari.
Melalui kuliah tamu internasional ini, FK UMM menekankan pesan krusial bahwa kepakaran medis akan jauh lebih berdampak jika didukung oleh kemampuan komunikasi yang efektif dan ekosistem interaksi sosial yang solid. Mahasiswa kedokteran diharapkan tidak hanya cerdas di ruang kelas, tetapi juga proaktif membangun jejaring dan memegang kendali penuh atas arah karir profesional mereka.mut





