Malang, Bhirawa — Program Studi Instrumentasi, Departemen Fisika, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) Malang memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui kuliah tamu bertajuk Innotech Workshop PLC-HMI Allen Bradley. Mengusung tema “Transforming Ideas into Impactful Technology”, kegiatan ini mempertemukan 60 mahasiswa Program Studi Instrumentasi dengan praktisi industri otomasi dari PT Transavia Otomasi Pratama (PT TOP) di Kampus FSTeM UB Malang, belum lama ini.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Mahasiswa Fisika Instrumentasi (IMFI) Departemen Fisika FSTeM UB Malang dan PT Transavia Otomasi Pratama. Lokakarya tersebut dirancang bukan sekadar forum transfer teori, melainkan sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan perangkat otomasi standar industri. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjembatani kurikulum akademik dengan tuntutan kompetensi dunia kerja di tengah masifnya implementasi sistem kendali modern.
Dalam lokakarya tersebut, PT Transavia Otomasi Pratama menghadirkan Manager Technical Support, Dedy Mulyadi, bersama tim teknis. Selain memaparkan arsitektur PLC dan HMI Allen Bradley, Dedy memboyong langsung modul trainer PLC sebagai sarana peraga. Kehadiran perangkat nyata ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengamati sekaligus mempraktikkan proses otomasi kendali secara langsung.
Rangkaian acara terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama berfokus pada pemaparan fundamental PLC-HMI Allen Bradley, prinsip kerja sistem kendali terintegrasi, serta aplikasinya di sektor manufaktur. Memasuki sesi kedua, para peserta menjalankan simulasi praktik menggunakan trainer PLC di bawah bimbingan instruktur PT TOP, sehingga konsep abstrak yang diperoleh di ruang kuliah dapat diuji secara konkret.
Model pembelajaran aplikatif ini dinilai menjadi kunci penguatan kapabilitas calon lulusan. Mahasiswa Instrumentasi tidak hanya dituntut menguasai teori pengukuran, sensor, dan instrumentasi, tetapi juga dituntut cakap mengoperasikan teknologi industri terkini. Interaksi langsung dengan praktisi turut membuka wawasan mahasiswa mengenai standar kualifikasi teknis di lapangan.
Sebagai wujud sinergi berkelanjutan, PT Transavia Otomasi Pratama menyerahkan hibah modul Input/Output (I/O) PLC Allen Bradley kepada Program Studi Instrumentasi FSTeM UB Malang. Bantuan fasilitas ini diarahkan untuk menunjang kegiatan praktikum, riset terapan, serta pengasahan keterampilan mahasiswa di laboratorium kampus.
Dukungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen PT TOP dalam mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional. Kontribusi dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dinilai kian bermakna saat intervensi kompetensi dimulai sejak mahasiswa menempuh pendidikan tinggi, bukan semata pada fase rekrutmen tenaga kerja.
Inisiatif ini juga beririsan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Pada aspek pendidikan, program ini mendukung SDGs 4 melalui peningkatan mutu pembelajaran berbasis keterampilan praktis.
“Pada ranah ketenagakerjaan, pembekalan teknis ini menopang SDGs 8 guna mencetak tenaga kerja siap pakai. Selain itu, transfer teknologi dan penguatan sarana laboratorium turut berkontribusi pada pencapaian SDGs 9 terkait pembangunan industri, inovasi, dan infrastruktur,”tugasnya.
Sinergi antara sivitas akademika FSTeM UB Malang dan mitra industri membuktikan langkah nyata perguruan tinggi dalam menyusun ekosistem riset serta pengajaran yang adaptif, sekaligus memastikan lulusan Instrumentasi memiliki daya saing unggul di era otomasi industri masa depan.mut












