Kota Malang, Bhirawa— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar program pembelajaran interaktif bagi 89 siswa Asrama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang. Mengusung tema “Program Pemulihan Literasi Numerasi Melalui Proyek Wirausaha Edukatif Bagi Anak dari Keluarga Rentan Sosial-Ekonomi”, kegiatan ini memadukan pembelajaran literasi numerasi dengan praktik kewirausahaan secara kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (7, 8, dan 14 Agustus 2026) ini dirancang untuk mendongkrak kemampuan berhitung siswa sekaligus mengenalkan dasar-dasar pengelolaan usaha serta keuangan. Program ini diinisiasi oleh tim dosen lintas disiplin Polinema yang diketuai oleh Rosy Aprieza Puspita Zandra (Akuntansi), beranggotakan Anik Kusmintarti, Intan Fadhilah, Rika Wijayanti, Rizky Prasetya, Peni Puspitasari, serta melibatkan jajaran mahasiswa.
Pada hari pertama, sebanyak 89 peserta dibagi ke dalam 15 kelompok kecil dan dibekali mission book sebagai panduan menjalankan tantangan interaktif.
Baca Juga ;HUT ke-81 RI, Polinema Genjot Hilirisasi Riset dan Percepatan Guru Besar Baru
Ketua Pelaksana Kegiatan, Rosy Aprieza Puspita Zandra, menjelaskan bahwa melalui buku misi tersebut, siswa diajak mengenali potensi diri serta menentukan produk makanan ringan atau minuman yang akan dikembangkan. Mereka berlatih menghitung harga beli, persentase keuntungan, hingga menentukan harga jual untuk pameran bisnis.
Memasuki hari kedua, pembelajaran dilanjutkan menggunakan permainan papan (boardgame) digital interaktif. Setiap kelompok memanfaatkan gawai untuk menyelesaikan tantangan matematika secara kolaboratif.
”Para siswa dituntut bekerja sama menyusun strategi, memecahkan teka-teki matematika untuk memperoleh modal berupa koin, kemudian mengelolanya untuk investasi maupun kebutuhan usaha virtual,” ujar Rosy.
Puncak program dilaksanakan pada hari ketiga melalui kegiatan market day. Pada tahap ini, para siswa menerapkan secara langsung teori yang telah dipelajari, mulai dari menyiapkan barang dagangan, mengelola transaksi, hingga melayani pembeli dengan percaya diri.
Melalui pendekatan kontekstual ini, matematika tidak lagi dipandang sebatas angka dan rumus, melainkan ilmu praktis untuk menentukan harga, menghitung modal, dan mengelola transaksi usaha. Selain mengasah numerasi, kegiatan ini turut melatih komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
Tim PkM Polinema berharap pendekatan wirausaha edukatif ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus bekal keterampilan praktis dan kemandirian bagi siswa SRMP 16 Kota Malang.mut












