Malang, Bhirawa-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus memperkokoh sinergitas dengan berbagai elemen kemasyarakatan guna memelihara stabilitas serta kerukunan wilayah. Langkah strategis ini ditegaskan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam agenda koordinasi dan silaturahmi bersama Bakesbangpol Kota Malang beserta seluruh mitra kerja strategis.
Wahyu menegaskan, jajaran birokrasi tidak dapat bekerja sendirian dalam menjalankan roda pemerintahan dan mengawal ketenteraman masyarakat. Diperlukan kolaborasi solid bersama unsur kemitraan seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Duta Pancasila, hingga Paskibraka.
”Kota Malang memiliki dinamika kehidupan warga yang sangat majemuk, sarat latar belakang suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini wajib terus kita rawat agar menjadi fondasi kekuatan dalam membangun kota yang harmonis dan berkelas,” ujar Wahyu usai membuka acara sinergitas mitra Bakesbanpol Kota Malang di Hotel Aliante Senin 26/10.
Dalam forum tersebut, Wahyu secara khusus mengapresiasi kontribusi konkret FKUB dalam mengawal kerukunan antarumat beragama. Ia mencontohkan wujud nyata toleransi yang mengemuka saat agenda akbar Mujahadah Kubro di Kota Malang beberapa waktu lalu.
”Kota Malang sempat diakui sebagai barometer kota toleransi. Saat perhelatan Mujahadah Kubro kemarin, pihak gereja di sekitar stadion berinisiatif memundurkan jadwal ibadahnya ke sore hari demi memberi ruang bagi jemaah. Bahkan, pelataran gereja difasilitasi untuk istirahat, wudu, hingga salat Subuh, berikut penyediaan konsumsi. Ini praktik toleransi antarumat yang luar biasa,” bebernya.
Selain kerukunan beragama, aspek deteksi dini turut menjadi sorotan. Wahyu menilai keaktifan FKDM dalam memetakan potensi gesekan sosial di tingkat kelurahan sangat meringankan respons Pemkot Malang bersama jajaran kepolisian, termasuk kesigapan penanganan indikasi insiden di kawasan TPA Supit Urang.
Peran FPK juga dinilai sangat krusial mengingat identitas Kota Malang sebagai kota pendidikan yang menampung ratusan ribu pendatang dari seluruh penjuru tanah air.
”Jumlah warga ber-KTP Kota Malang berada di kisaran 890 ribu jiwa, sedangkan jumlah mahasiswa yang bermukim di Malang menembus hampir 800 ribu jiwa dengan latar kultur yang beraneka ragam. Di sinilah tugas forum pembauran untuk terus merekatkan simpul persatuan,” jelasnya.
Wahyu berharap intensitas komunikasi, koordinasi terpadu, serta sirkulasi informasi antara aparatur daerah dan seluruh mitra Bakesbangpol kian solid ke depan demi mempertahankan iklim kota yang aman, kondusif, dan tertib.
Pada kesempatan tersebut, Bakesbangpol Kota Malang juga menghadirkan Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Eddy Supriyanto, dan akademisi Prof Dr. Gonda Yumitro dari Universitas Muhammadiyah Malang.mut











