Malang, Bhirawa— Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar studi tiru (benchmarking) ke Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Rabu 4/1 Kunjungan ini berfokus pada penguatan tiga pilar strategis: penjaminan mutu akademik, percepatan hilirisasi riset, dan ekosistem kewirausahaan mahasiswa.
Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin langsung Wakil Direktur I, Dr. Endah Puspitojati, S.TP., M.P., bersama 21 jajaran yang terdiri atas pimpinan jurusan, ketua program studi, pengelola unit penjaminan mutu, hingga penanggung jawab Teaching Factory (TEFA).
Dr. Endah menyampaikan, FTP UB dipilih sebagai rujukan utama karena konsistensi tata kelolanya yang berhasil memadukan standar mutu tinggi dengan produk inovasi nyata.
”Kami datang ke FTP UB untuk belajar langsung tiga kekuatan utama: sistem penjaminan mutu yang konsisten, riset yang berlanjut hingga hilirisasi industri, serta pembinaan wirausaha mahasiswa yang terstruktur. Kami ingin melihat praktik baik di lapangan, bukan sekadar teori dokumen,” ujar Endah.
FTP UB saat ini berstatus peraih predikat Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM), dengan mayoritas program studi terakreditasi Unggul serta tersertifikasi internasional.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D., menyambut hangat kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen fakultas untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi pertanian modern.
”Mutu institusi tidak lahir instan, melainkan dibangun lewat sistem kolektif, riset yang solutif, serta keberanian mahasiswa dalam berwirausaha. Kami berharap capaian FTP UB dapat menjadi referensi bagi Polbangtan Yoma menuju politeknik unggul berkelas dunia pada 2035,” tutur Prof. Yusuf.
Dalam sesi pemaparan profil, Wakil Dekan I Bidang Akademik FTP UB, Endrika Widyastuti, Ph.D., mengenalkan inisiatif pendanaan strategis Prime CoE Grant. Skema ini dirancang khusus untuk memfasilitasi riset dosen agar bertransformasi menjadi produk siap pasar (market-ready products).
Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FTP UB, Dr. Nur Ida Panca, S.T.P., M.P., menguraikan penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang terintegrasi dengan Audit Mutu Internal (AMI) berkala.
Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BPPM) FTP UB, Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., memaparkan strategi hilirisasi produk pangan fungsional dan teknologi agroindustri agar dapat terserap oleh sektor industri dan masyarakat luas, alih-alih berhenti di ranah publikasi ilmiah.
Inkubasi Bisnis dan Kewirausahaan Mahasiswa
FTP UB memaparkan pola inkubasi bisnis berbasis riset laboratorium. Mahasiswa diarahkan untuk merintis startup dan membuka lapangan kerja mandiri, yang dibuktikan lewat perolehan penghargaan pada berbagai kompetisi wirausaha tingkat nasional.
Melalui agenda ini, kedua pihak sepakat mempererat kolaborasi kelembagaan demi mencetak sumber daya manusia sektor pertanian yang kompeten, adaptif, dan berjiwa wirausaha tinggi.mut






