Penguatan kewaspadaan dini, identifikasi titik rawan, dan penanganan potensi konflik sosial di daerah menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar koordinasi bertajuk “Kopi Senja” di Ruang Sidang Balaikota Malang pada Jumat, 12 Desember 2025.
Pertemuan ini berfokus pada penguatan kewaspadaan dini, identifikasi titik rawan, dan penanganan potensi konflik sosial di daerah menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Acara ini dihadiri oleh 80 peserta, melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimcam, Tim Terpadu Penanganan Konflik, Tim Kewaspadaan Dini Masyarakat, unsur Intelijen Kota Malang, serta perwakilan dari berbagai forum masyarakat Kota Malang.
Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Ali Mulyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk menyamakan persepsi di antara seluruh jajaran dalam menjaga stabilitas dan mewujudkan Kota Malang yang kondusif menjelang momen Nataru.
”Melalui kegiatan ‘Kopi Senja’ ini, kita melakukan koordinasi bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait untuk menyamakan persepsi. Ini adalah upaya penguatan kewaspadaan, identifikasi gangguan, dan titik rawan spesifik, serta pencegahan dini agar tidak terjadi konflik sosial di Kota Malang,” ujar Ali Mulyanto.
Peria yang kerap disapa Pak Ila itu, menambahkan bahwa pertemuan ini krusial sebagai langkah kewaspadaan dini menuju Kewaspadaan Nasional serta dalam rangka kesiapsiagaan seluruh jajaran untuk meningkatkan sinergi antar instansi dan unsur masyarakat.
Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan bertujuan mewujudkan Kota Malang yang kondusif dan memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran menjelang Nataru.
“Melakukan kerja sama dan sinkronisasi yang erat antara seluruh jajaran terkait di Kota Malang dan Melaksanakan fungsi koordinasi dalam mengidentifikasi dan mencegah potensi gangguan yang dapat memicu munculnya konflik sosial di Kota Malang,”tuturnya.
Pertemuan koordinasi yang diadakan di Balai Kota ini diharapkan dapat membuahkan rencana aksi yang solid untuk memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Malang berjalan aman, lancar, dan damai.mut











