Malang, Bhirawa-Sebanyak 37 santri Generasi Taqwa Sumber Putih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal yang digelar Universitas Negeri Malang (UM). Pelatihan ini mendorong remaja pesantren memanfaatkan bahan pangan lokal seperti talas dan petai menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Remaja Pondok Pesantren melalui Inkubasi Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal” ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026.
Tim pengabdi UM terdiri dari akademisi lintas disiplin, yakni Dian Rachmawati Ph.D, Rizza Megasari Ph.D, Raisa Fitri M.M, Sri Handayani Ph.D, Rizky Dwi Putri Ph.D, Restu Agus Dwi Kurniawan, dan Herin Fitriani.
Ketua Tim Pengabdi UM, Dian Rachmawati Ph.D, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali santri kelas XI dan XII dengan keterampilan praktis, mulai dari mengidentifikasi peluang bisnis hingga memasarkan produk.
”Kami ingin santri memandang bahan di sekitarnya dengan perspektif baru. Talas dan petai bukan sekadar komoditas mentah, melainkan modal inovasi produk bernilai tambah,” ujar Dian Rachmawati, Ph.D.
Dalam sesi praktik, santri mengolah talas menjadi tepung sebagai bahan baku kukis. Sementara itu, petai yang umumnya menjadi santapan tradisional diolah secara kreatif menjadi brownies dan muffin.
Selain mengolah makanan, santri dibimbing melalui alur produksi utuh, mulai dari pembuatan, pengujian, pemberian merek, pengemasan, hingga penjualan. Mereka juga diajarkan menghitung modal, menentukan margin keuntungan, menyusun strategi kemasan, serta memanfaatkan media digital untuk promosi melalui storytelling dan bundling.
Langkah ini menyasar penguatan ekosistem ekonomi pesantren mandiri sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 terkait Pendidikan Bermutu dan poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lewat kolaborasi ini, UM menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat memunculkan embrio usaha produktif dari pesantren. mut











