Mahasiswa FTAB UB Ciptakan Aksesori Estetik ‘CRACKLES’ dari Limbah Tutup Botol dan Cangkang Telur

Mahasiswa UB sukses mengonversi limbah menjadi produk gaya hidup melalui Program Mahasiswa Wirausaha 

Kota Malang, Bhirawa

Persoalan sampah plastik dan limbah domestik yang kian menggunung di Indonesia memantik kreativitas mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Melalui tangan dingin lima mahasiswa Teknik Lingkungan, Fakultas  Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) limbah tak bernilai seperti tutup botol dan cangkang telur disulap menjadi aksesori kekinian yang bernilai ekonomis tinggi.

​Inovasi yang diberi tajuk CRACKLES (Circular Recycles Accessories for Creative Knowledge and Low-waste Eco Solutions) ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap data SIPSN 2024 yang mencatat timbulan sampah nasional mencapai 33,9 juta ton. Di mana hampir 20 persennya adalah sampah plastik.

​Tim yang digawangi oleh Mar’atus Solichah, Andrian Rahmad Saputra, Erlita Aiva Mira Resky, Erlie Setya Rahmawati, dan Ayu Fitria Rahmawati ini, sukses mengonversi limbah menjadi produk gaya hidup melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).

​”Kami melihat tren aksesori di kalangan Gen-Z sangat tinggi. Mengapa tidak kita arahkan hobi koleksi pernak-pernik ini menjadi gerakan mendukung gaya hidup berkelanjutan? Akhirnya terciptalah CRACKLES,” ungkap Mar’atus Solichah.

​Dibawah bimbingan dosen Yasa Palaguna Umar, S.TP., M.Sc., PhD., tim ini fokus pada penerapan circular economy. Artinya, limbah tidak berakhir di TPA, melainkan diputar kembali menjadi produk baru. Saat ini, CRACKLES memiliki dua produk unggulan:

​RE-CHARM (Recycle Charm): Gantungan kunci estetik yang memadukan limbah plastik tutup botol dengan cangkang telur.

​ECOASTER (Eco-Coaster): Tatakan gelas fungsional berbahan dasar limbah cangkang telur yang memiliki tekstur unik.

​Menariknya, produk ini tidak sekadar menjual visual. Setiap item dilengkapi dengan QR Code yang terhubung ke konten edukasi lingkungan. “Jadi pembeli tidak hanya dapat barang, tapi juga dapat ilmu tentang pentingnya daur ulang,” tambah Mar’atus.

​Respon pasar ternyata sangat positif. Sejak diperkenalkan dalam berbagai ajang, termasuk Expo PKM-BOX PIMNAS beberapa waktu lalu, CRACKLES berhasil menarik minat kolektor aksesori ramah lingkungan. Tercatat, tim ini telah membukukan keuntungan bersih sebesar Rp2.901.000 dari hasil penjualan ritel dan pameran.

​Salah satu pembeli mengaku terkesan dengan kreativitas mahasiswa ini. “Produknya unik dan tidak terlihat kalau dari limbah. Ini langkah nyata anak muda yang mulai melek isu lingkungan,” tuturnya.

​Inovasi CRACKLES juga menjadi bukti nyata kontribusi civitas akademika UB terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta aksi iklim (SDG 13).

​”Kami berharap CRACKLES bisa menjadi role model bagi wirausaha muda lainnya. Bahwa green business atau bisnis ramah lingkungan bukan hanya tren sesaat, tapi peluang ekonomi masa depan yang memberikan dampak positif bagi bumi,” pungkasnya. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *