Malang, Bhirawa — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengukir sejarah baru dengan menyelenggarakan Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif bagi para peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Dikmen 2026. Perhelatan yang digelar di Kampus UMM pada Jumat (18/9/2026) ini mempertemukan talenta muda lintas cabang ilmu dari seluruh provinsi di Indonesia.
Berbeda dari BTI reguler, skema BTI Kolaboratif menekankan integrasi antarbidang keilmuan. Para peserta OSN diplot ke dalam kelompok heterogen untuk bertukar pikiran, mengidentifikasi persoalan di lapangan, hingga merumuskan solusi konkret berbasis riset.
Ketua Pelaksana BTI Kolaboratif, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh alur kegiatan diproyeksikan untuk menggeser paradigma kompetisi individu menjadi kerja sama tim. Rangkaian acara diawali dengan Team Games Building, dilanjutkan Creative Problem Solving Competition, observasi lapangan, penyusunan media visual, hingga presentasi gagasan.
“BTI Kolaboratif ini menggabungkan semangat OSN dengan kolaborasi antarbidang. Usai Creative Problem Solving, peserta terjun ke masyarakat dan mengikuti Battle of Idea, yakni adu gagasan melalui presentasi poster berdasarkan temuan lapangan,” terang Dyah.
Selama berada di UMM, para peserta diajak mengeksplorasi dan mengobservasi berbagai inovasi terapan milik kampus, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Edupark UMM. Hasil pengamatan tersebut diolah kelompok menjadi poster ide solusi yang kemudian diuji dalam forum Battle of Champion.
Dyah menegaskan, BTI Kolaboratif sengaja diselipkan di tengah agenda OSN—bukan sekadar sarana hiburan—sebagai bentuk pembinaan karakter peserta secara holistik.
“Kegiatan ini diselenggarakan di sela-sela OSN untuk menguatkan dan meningkatkan keterampilan abad ke-21 (6C), yakni Creativity, Collaboration, Critical Thinking, Communication, Citizenship, dan Character,” tambahnya.
Pengalaman baru ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta OSN asal MAN Insan Cendekia Serpong, Banten, M. Nizam Mulkiakbar. Menurutnya, BTI Kolaboratif membuka cara pandang baru bahwa penyelesaian isu-isu kompleks tidak bisa didasarkan pada satu disiplin ilmu saja.
“Kami dituntut memadukan berbagai latar belakang ilmu untuk merumuskan satu gagasan utuh. Perbedaan bidang justru memperkaya ide yang kami tuangkan dalam poster,” ungkap Nizam.
Melalui sinergi ini, UMM dan Puspresnas berhasil mempertautkan ajang kompetisi sains dengan simulasi pemecahan masalah nyata. Program ini menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda untuk mengaplikasikan kapasitas akademiknya ke dalam kerja kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat.mut
Perkuat Karakter Siswa, UMM dan Puspresnas Gelar BTI Kolaboratif Pertama bagi Peserta OSN 2026










