Potensi Besar, Penetrasi Perbankan Syariah di Malang Perlu Akselerasi

Dr. Eka Ananta Sidharta, CA., CFrA., CBV

Kota Malang, Bhirawa

Perkembangan perbankan syariah di wilayah Malang Raya menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Kendati demikian, sektor ini dinilai masih memerlukan akselerasi penetrasi pasar yang lebih masif guna memaksimalkan potensi ekonomi lokal, khususnya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta inklusi finansial.

​Akademisi yang juga Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) sekaligus Dosen Departemen Akuntansi FEB Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Eka Ananta Sidharta, CA., CFrA., CBV., mengungkapkan bahwa perbankan syariah saat ini tengah agresif melakukan penetrasi ke berbagai lini.

​”Secara keseluruhan, perbankan syariah mulai aktif masuk ke sektor pendidikan seperti PTN dan PTS di Malang, serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat basis nasabah di masa depan,” ujar Dr. Eka Ananta.

​Namun, ia memberikan catatan kritis terkait gap yang masih lebar antara jumlah mayoritas penduduk Muslim di Malang dengan penggunaan jasa perbankan syariah. Eka mencontohkan realita di lapangan, seperti di Pasar Besar Malang, di mana tingkat adopsi perbankan syariah masih tergolong rendah.

​”Penetrasi pasar perbankan syariah masih relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi jumlah penduduk Muslim di Malang. Sebagai contoh, di Pasar Besar Malang, diperkirakan baru sekitar 10 persen pedagang yang memanfaatkan layanan bank syariah,” tuturnya.

​Menurut Eka, ada beberapa faktor kunci yang harus dibenahi agar kontribusi sektor perbankan syariah semakin signifikan dalam jangka menengah dan panjang. Selain percepatan penetrasi pasar, peningkatan literasi keuangan syariah kepada masyarakat bawah dan pelaku usaha mikro menjadi harga mati.

​”Dibutuhkan adaptasi yang cepat terhadap kondisi makroekonomi. Jika peningkatan literasi dan adaptasi ini berjalan beriringan, perbankan syariah akan menjadi motor penggerak utama inklusi finansial di Malang Raya,” tambahnya.

​Optimisme tetap terjaga mengingat perbankan syariah memiliki karakteristik yang resilien dan sesuai dengan ekosistem ekonomi lokal Malang yang didominasi oleh UMKM dan sektor pendidikan. Dukungan dari berbagai stakeholder, termasuk akademisi dan praktisi, diharapkan mampu mendorong perbankan syariah tidak hanya sebagai alternatif, tetapi menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi. mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *