Prabowo: MBG Telah Dinikmati 62 Juta Penerima Manfaat, Indonesia Juga Akan Bangkit

Jombang, Bhirawa – Pada saat membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang (27/8), Presiden Prabowo Subianto membahas tentang program pemerintah yang telah berjalan dan berdampak positif.

Salah satu yang mendapat penegasan dari Prabowo adalah program makan bergizi gratis (MBG) yang telah berjalan sejak awal 2025.

Menurut Prabowo, program MBG telah menyasar kepada 62 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Prabowo: Jasa NU Besar, Bukti Lagu Ya Lal Wathon Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Perbaikan Pelaksanaan MBG Terus Berjalan

Di balik cakupan penerima manfaat MBG yang telah mencapai 62 juta, Prabowo tak menampik bahwa program tersebut masih terdapat tantangan dan kekurangan.

Jumlah penerima manfaat MBG tersebut hampir 22 persen dari total penduduk Indonesia yang di kisaran 290 juta orang, menurut data Kementerian Dalam Negeri Semester I 2026.

Maka, perbaikan sangat perlu terjadi, agar pelaksanaan program ini dapat berjalan makin maksimal.

“Kita telah membangun puluhan ribu dapur umum MBG. MBG sekarang sudah ada lebih dari 62 juta penerima manfaat,” ungkap Prabowo, menukil dari rilis BPMI Setpres (27/8).

Meskipun masih ada tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, Presiden berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh persoalan agar manfaat program dapat terasa secara luas.

“Hal yang penting adalah semua anak-anak kita harus dapat menerima manfaatnya. Termasuk semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” imbuhnya.

KDMP Jadi Distributor Barang Pokok Subsidi

Presiden juga menyampaikan keyakinannya terhadap penguatan ekonomi rakyat melalui pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih.

Ia menegaskan, pemerintah akan memastikan berbagai barang yang mendapatkan subsidi dapat masyarakat terima dengan harga sesuai kebijakan subsidi.

“Kami (pemerintah) akan menjamin semua barang yang tersubsidi akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi juga tidak boleh menjadi perdagangan ulang,” tegasnya.

Sebelumnya (14/8), Prabowo menyebut sebanyak 10.000 koperasi telah beroperasi dengan 3.300 koperasi di antaranya telah beroperasi secara optimal.

Sisanya, menurutnya, masih menghadapi masa penyesuaian. “Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada, listrik, air, dan semua berjalan stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat,” jelas Prabowo saat itu dari publikasi BPMI Setpres (14/8).

Presiden kedelapan RI ini menyebut pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat beroperasi secara optimal pada akhir 2026.

Kembali pada pidato Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU, ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang meningkatkan swasembada berbagai bidang, termasuk swasembada pangan dan energi.

Menurutnya, negara yang mampu swasembada terhadap kebutuhan rakyatnya akan mengalami kemakmuran dan kebangkitan.

“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita,” ujarnya dengan optimistis.

Adapun pasca-pembukaan dari Presiden Prabowo, Muktamar ke-35 NU akan terus berlangsung hingga Senin (31/8) di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *