Bojonegoro, Bhirawa –Perjalanan penjelajahan menyusuri keindahan Pulau Jawa yang dilakoni rombongan touring asal Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyuguhkan kisah hangat saat singgah di Resto Wakul Cemedhink, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu 29/8.
Rombongan yang telah mengaspal sejak 18 Agustus 2026 ini menjadikan tempat tersebut sebagai titik rehat untuk melepas lelah sekaligus menikmati ragam kuliner khas Bojonegoro. Perjalanan lintas provinsi ini menempuh rute impresif yang dimulai dari Surabaya, menyusuri jalur Pesisir Selatan Pantai Jawa, Pacitan, Bandung, Dieng, Yogyakarta, Solo, Ngawi, Bojonegoro, hingga nantinya kembali berakhir di Surabaya.
Suasana keakraban kian terasa lantaran momen persinggahan ini menjadi wadah reuni bagi Founder GRHA BATUBELING, H. Antok Koesharjanto, yang bertatap muka kembali dengan sahabat lamanya, Deny Lalitan.
Baca Juga : Mbedidhink Outbound: FIJ Bojonegoro Dari Fun Games hingga Karaoke Agustusan
H. Antok Koesharjanto menuturkan bahwa Deny Lalitan merupakan partner bisnis yang berjuang bersama sejak masa muda. Momen di Wakul Cemedhink Trucuk tersebut dimanfaatkan keduanya untuk bernostalgia serta saling bertukar cerita perkembangan usaha masing-masing.
”Ini bukan sekadar perjalanan touring biasa, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi. Bertemu kembali dengan sahabat lama yang merintis perjuangan dari nol di tengah perjalanan lintas Jawa tentu memberikan nostalgia tersendiri,” ungkap Antok.
Kehadiran rombongan dari belahan timur Indonesia ini turut memberikan kesan tersendiri bagi pengelola Wakul Cemedhink Trucuk. Resto yang mengusung konsep ruang terbuka dan kehangatan keluarga ini membuktikan diri mampu menjadi titik singgah favorit para wisatawan maupun pehobi touring antarpulau yang melintas di wilayah Bojonegoro.
Sebelum melanjutkan etape perjalanan menuju Surabaya, rombongan Maumere sempat menikmati kebersamaan dengan beramah-tamah dan bernyanyi bersama, menciptakan atmosfer kekeluargaan di jantung Kabupaten Bojonegoro.mut










