Prof . Dr. Ahmad Munjin Nasih WR IV UM saat mendampingi Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd..
Kota Malang, Bhirawa
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberlanjutan studi mahasiswanya. Melalui dana zakat yang dihimpun, UPZ Masjid Al-Hikmah resmi mengalokasikan bantuan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) senilai Rp 400 juta bagi mahasiswa program Sarjana (S-1).
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, menjelaskan bahwa kehadiran UPZ di lingkungan kampus bertujuan untuk memberikan solusi konkret bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial dalam membayar UKT. Namun, ia menekankan bahwa penyaluran bantuan ini tetap melalui seleksi ketat sesuai kriteria yang ditetapkan.
”Hingga saat ini, dana zakat yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 800 juta. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 400 juta kami alokasikan khusus untuk beasiswa UKT. Tahun ini, bantuan menyasar 140 mahasiswa dengan nominal maksimal Rp 3 juta per anak,” ujar Prof. Munjin di sela acara Buka Bersama media, Rabu (11/3).
Program ini biasanya digulirkan menjelang masa daftar ulang semester baru, saat beban finansial mahasiswa meningkat. Dengan adanya stimulan ini, pihak kampus berharap tidak ada lagi mahasiswa yang terpaksa putus kuliah hanya karena kendala biaya.
Tidak hanya fokus pada bantuan ekonomi, UPZ Masjid Al-Hikmah juga memberikan apresiasi terhadap prestasi spiritual melalui Beasiswa Tahfidz. Program ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an sebagai bentuk motivasi untuk menyeimbangkan aspek akademik dan spiritual.
”Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk terus berprestasi. Kelak, mereka diharapkan mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.•
Acara tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima beasiswa UKT dan beasiswa tahfidz. Dalam kesempatan itu, pengurus UPZ juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang mayoritas berasal dari sivitas akademika UM.
“Dukungan donatur sangat krusial dalam membangun budaya saling peduli di lingkungan kampus. Semoga ini menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi donatur dan manfaat bagi mahasiswa penerima,” pungkasnya.mut.






