Kelompok pemuda disabilitas di Kota Malang menggelar aksi simpatik dengan membagikan 500 paket takjil
Kota Malang, Bhirawa
Menyambut datangnya malam Lailatul Qadar di penghujung Ramadan 1447 H, kelompok pemuda disabilitas di Kota Malang menggelar aksi simpatik dengan membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis. Kegiatan sosial yang menyasar masyarakat umum dan pengguna jalan ini dipusatkan di depan Gereja Ijen, Selasa (10/3) sore.
Rara, salah satu inisiator kegiatan, mengungkapkan bahwa agenda ini telah menjadi tradisi tahunan para penyandang disabilitas di Kota Malang selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, gerakan ini murni berangkat dari inisiatif mandiri untuk menebar manfaat bagi sesama.
”Alhamdulillah, ini merupakan inisiasi dari kami penyandang disabilitas Kota Malang yang tergerak berbagi. Awalnya kami mengumpulkan dana pribadi, kemudian membuka kesempatan bagi para donatur atau hamba Allah yang ingin berkontribusi,” ujar Rara di sela pembagian takjil.
Antusiasme donatur tahun ini tergolong tinggi. Tercatat sejumlah tokoh penting turut memberikan dukungan, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bapak Disabilitas Malang Raya Kombes Pol Budi Hermanto, pengusaha Gilang J99, Notaris Dimitri, hingga jajaran mantan Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota.
”Kami sangat bersyukur karena tahun ini donasi yang masuk cukup besar. Seluruhnya kami realisasikan dalam bentuk 500 paket takjil untuk masyarakat, serta pemberian bingkisan ke beberapa panti asuhan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Fany, salah satu penggagas yang juga penyandang disabilitas daksa, berharap aksi nyata ini dapat menginspirasi khalayak luas. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial.
”Harapan kami masyarakat bisa melihat bahwa disabilitas juga mampu melakukan kegiatan yang sama seperti warga lainnya. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi inspirasi dalam hal kebaikan dan memperkuat lingkungan inklusi di Kota Malang,” harap Fany.
Kegiatan berjalan lancar dengan dukungan tenaga dari rekan-rekan inisiator lainnya. Kolaborasi ini pun menciptakan kesan inklusivitas yang kuat, di mana semua pihak bahu-membahu mulai dari persiapan pembuatan takjil hingga pendistribusian di lapangan. [mut]





