Semangat Pluralisme Warga RW 13 Merjosari Kota Malang, Gelar Doa Lintas Agama Saat Malam Tirakatan

Malang, Bhirawa– Warga RW 13 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menunjukkan komitmen kuat dalam merawat toleransi dan persatuan bangsa melalui peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Berbeda dari tradisi umumnya, warga setempat menggelar malam tirakatan atau barian pada 16 Agustus dengan memanjatkan doa lintas agama di atas satu panggung yang sama.

​Ketua RW 13 Merjosari, Edi, mengungkapkan bahwa gagasan mengusung konsep persatuan ini berangkat dari latar belakang warga yang sangat beragam, baik dari suku, asal daerah, hingga keyakinan. Meski baru berdiri sekitar tiga tahun, kepengurusan RW setempat berkomitmen menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu wadah yang disebut Payung Budaya.

​”Kami terdiri dari berbagai suku dan agama. Yang kami satukan bukan agamanya, melainkan budayanya di bawah satu naungan Payung Budaya demi terciptanya keharmonisan, kebersamaan, dan keberagaman,” ujar Edi di sela-sela kegiatan, Minggu (16/8).

​Menurut Edi, keberagaman budaya dari enam agama resmi di Indonesia dirangkul secara inklusif. Selain menjadi simbol kerukunan antarumat beragama, pendekatan budaya seperti penampilan kesenian Reog Ponorogo juga difungsikan sebagai media edukasi bagi para pemuda dan Generasi Z agar tidak melupakan akar sejarah serta kebudayaan bangsa.

​Puncak kebersamaan warga RW 13 Merjosari terlihat jelas saat prosesi doa bersama (barian). Perwakilan tokoh agama, seperti Islam dan Katolik, naik ke panggung utama secara berdampingan dan memimpin doa secara bergantian untuk keselamatan bangsa serta kesejahteraan warga.

​Melalui pelaksanaan barian lintas agama dan kegiatan kebudayaan ini, pengurus RW 13 Merjosari berharap nilai-nilai pluralisme dan kerukunan dapat terus mengakar kuat, sekaligus menjadi contoh nyata pembinaan ketahanan sosial berbasis komunitas di Kota Malang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *