Malang, Bhirawa – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) membekali mahasiswa tingkat akhir dengan kesiapan memasuki dunia kerja melalui kuliah tamu bertajuk “Transformasi SDM Pertanian: Membangun Generasi Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global”, Jumat 16/10.
Kegiatan tersebut menghadirkan Anom Surahno, S.H., M.Si., Fungsional Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang mengupas tuntas kriteria kompetensi, kepemimpinan, dan karakter yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi di era profesional.
Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., menilai rekam jejak Anom di bidang pemerintahan dan penilaian kompetensi menjadi referensi praktis yang sangat bernilai bagi mahasiswa.
“Saya mengenal Pak Anom sejak masa mahasiswa. Kami dahulu bersama-sama menyuarakan aspirasi masyarakat. Kini beliau memiliki pengalaman yang sangat luas dalam dunia profesional,” tutur Prof. Mangku. Ia menekankan bahwa persiapan lulusan tidak boleh bertumpu pada capaian akademik semata, melainkan harus dibarengi integritas dan ketangguhan mental.
Dalam pemaparannya, Anom menggarisbawahi disrupsi akibat kemajuan kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan tantangan ketahanan pangan global. Lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah secara kolaboratif, serta kemahiran memanfaatkan teknologi untuk berinovasi.
“Mahasiswa perlu mengubah pola pikir dari sekadar pencari kerja menjadi sosok yang mampu menciptakan nilai tambah dan menghadirkan solusi konkret,” ujar Anom.
Ia memaparkan tiga pilar utama penguatan SDM: unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Pilar-pilar tersebut bertumpu pada integritas, literasi data, penguasaan perangkat digital, serta komunikasi yang efektif.
Guna mempercepat adaptasi lulusan baru (fresh graduate), Anom membagikan formula strategi 30-60-90 Hari:
30 Hari Pertama: Fokus mengenali budaya organisasi serta alur kerja.
60 Hari Kedua: Mengidentifikasi celah masalah dan mulai memberi kontribusi aktif.
90 Hari Ketiga: Mengembangkan inisiatif perbaikan sistem dan inovasi kerja.
Di akhir sesi, Anom berpesan agar mahasiswa senantiasa memegang prinsip jujur, tulus, dan tuntas dalam mengemban tugas, serta tidak cepat berpuas diri pada gelar semata.
“Jangan melangkah keluar kampus hanya berbekal ijazah, bawalah jejaring profesional dan reputasi. Lulus bukan akhir perjalanan; jadilah petani pengetahuan, penjaga bumi, dan agen perubahan,” tutupnya.mut












