Tembus Pasar Global, FMIPA UB dan Meijo University Jepang Bedah Inovasi Bioteknologi Berkelanjutan

Departemen Biologi Fakultas MIPA UB menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Pertanian Meijo University

Kota Malang, Bhirawa

Upaya Universitas Brawijaya (UB) memperkuat eksistensinya di kancah internasional terus dilakukan. Terbaru, Departemen Biologi Fakultas MIPA UB menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Pertanian Meijo University, Jepang, melalui gelaran Joint International Seminar on Frontiers in Sustainable Biotechnology and Bio-based Innovation di Nagoya, medio Februari lalu.

​Seminar yang digelar di Lecture Room N107 Meijo University ini bukan sekadar pertemuan akademik biasa. Forum ini menjadi kawah candradimuka bagi peneliti dan mahasiswa kedua negara untuk membedah solusi atas tantangan global, mulai dari pemanfaatan limbah agroindustri hingga teknologi mikrobioma.

​Ketua delegasi UB, Tri Ardyati Ph.D., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan konsep waste-to-value. Dalam paparannya, ia menyita perhatian peserta lewat riset eksplorasi khamir dari limbah kulit kopi yang mampu menghasilkan senyawa antibakteri.

​”Limbah kopi yang selama ini dianggap residu ternyata menyimpan potensi besar sebagai agen antibakteri baru. Ini sangat relevan dengan pengembangan industri berkelanjutan yang sedang menjadi tren dunia,” ujar Tri Ardyati.

​Hal senada, juga disampaikan Yoga Dwi Jatmiko Ph.D. saat mempresentasikan inovasi probiotik antioksidan dari fermentasi wine coffee, sementara Dian Siswanto Ph.D. mengupas tuntas peran interaksi tanaman-mikrobioma dalam memulihkan area tercemar (bioremediasi).

Tak hanya dosen, mahasiswa UB juga menunjukkan kelasnya di hadapan akademisi Jepang. Aleyda Nur Halizah Wahyudi, mahasiswa S2 Biologi UB, memukau audiens dengan riset selulosa bakteri dari limbah kulit kopi sebagai bahan baku vegan leather (kulit sintetis ramah lingkungan). Sementara Shella Zahra Kumala Azmi, mahasiswa S3, memaparkan potensi tanaman Blumea balsamifera sebagai kandidat obat antikanker.

​Pihak Meijo University yang diwakili Prof. Masashi Kato, Prof. Motoyuki Shimizu, dan Prof. Toshiya Hayashi memberikan apresiasi tinggi. Diskusi yang berlangsung dinamis ini pun langsung membuka keran peluang penelitian kolaboratif antar kedua universitas di masa depan.

Sebagai penguatan kompetensi praktis, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan International Brewing and Fermentation Studies Program. Para delegasi UB diajak melakukan studi lapangan ke tiga raksasa industri fermentasi di Prefektur Aichi yang telah melegenda.

• ​Mizkan Holdings Co., Ltd: Perusahaan cuka dan saus yang berdiri sejak 1804, pionir pemanfaatan limbah sake menjadi produk bernilai tinggi.

• ​Shichifuku Brewing Co., Ltd: Satu-satunya produsen organic white soy sauce bersertifikasi JAS di Jepang.

• ​Maruya Hatcho Miso Co., Ltd: Produsen miso tertua (sejak 1337) yang masih mempertahankan metode tradisional selama ratusan tahun.

​Aleyda, salah satu delegasi mahasiswa, mengaku mendapat cakrawala baru setelah melihat langsung integrasi antara teori akademik dan praktik industri di Jepang. “Kunjungan ke industri fermentasi ini pengalaman tak terlupakan. Kami belajar manajemen mutu dan strategi internasionalisasi produk yang sangat mungkin diterapkan di Indonesia,” tuturnya.

​Kegiatan yang masuk dalam rangkaian peringatan 100 tahun Meijo University ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi UB dalam membangun jejaring global yang substantif, sekaligus membuktikan bahwa inovasi bioteknologi dari Malang mampu menjawab tantangan dunia.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *