700 mahasiswa baru ikut dalam program Pengabdian Masyarakat (Penmas) di Desa Permanu dan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Malang, Bhirawa
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menerjunkan sedikitnya 700 mahasiswa baru dalam program Pengabdian Masyarakat (Penmas) di Desa Permanu dan Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan serta edukasi kesehatan bagi warga setempat.
Panitia Pelaksana Penmas FK UB, Muhammad Sabik Sami menjelaskan, ratusan mahasiswa tersebut menginap langsung di rumah-rumah warga selama tiga hari pelaksanaan. Langkah ini diambil guna mendekatkan mahasiswa secara sosial sekaligus memberikan dampak langsung kepada masyarakat desa.
”Penmas tahun ini difokuskan pada sektor kesehatan sesuai dengan keilmuan di FK UB. Kami mengedukasi kader kesehatan desa, seperti dari Prodi Kebidanan mengenai kesehatan ibu dan anak, Farmasi terkait pembuatan lilin aromaterapi untuk relaksasi, hingga Kedokteran yang mengedukasi PHBS serta pencegahan bullying di SD,” ujar Sabik saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, pemilihan Desa Permanu sebagai lokasi sasaran didasarkan pada hasil riset dan koordinasi data kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Dari pemetaan tersebut, Desa Permanu dinilai menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penguatan serta keterjangkauan akses pelayanan kesehatan.
Rangkaian Penmas FK UB diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Pada hari pertama, selain edukasi kader dan volunteer di sekolah dasar, digelar pula Kajian Akbar di Masjid Nur Hidayah bersama warga setempat.
Selanjutnya pada hari kedua, tim FK UB membuka pengobatan gratis yang dipusatkan di GOR Sindo Wôngso dan SDN 01 Permanu. Layanan medis ini melibatkan tim dokter, apoteker, dan bidan untuk melakukan cek tekanan darah, konsultasi medis, hingga pembagian obat gratis bagi warga.
Tak hanya pelayanan terpusat, tim medis bersama mahasiswa juga mendatangi langsung (door to door) rumah-rumah warga yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak bisa hadir ke lokasi pengobatan gratis.
”Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. Kami ingin memberikan contoh nyata kepada mahasiswa baru FK UB tentang bagaimana cara mengabdi dan memberikan edukasi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkas Sabik.mut












