Tingkatkan Profesionalisme, PC LDNU Kota Malang Gelar Diklat Imam dan Khatib Muda

Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Klojen menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Imam dan Khatib.

Kota Malang, Bhirawa

Guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme kader muda di lingkungan Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Malang bersinergi dengan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Klojen menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Imam dan Khatib.

​Kegiatan yang dipusatkan di Kantor MWC NU Klojen pada Minggu (8/3) kemarin tersebut, diikuti sedikitnya 50 peserta dari wilayah setempat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disajikan sejak pagi hingga waktu zuhur.

​Ketua PC LDNU Kota Malang, KH Fathmir Riza Majid SAg MPd menekankan, penyiapan kader imam dan khatib yang berkualitas merupakan kebutuhan mendesak bagi organisasi. Menurutnya, khatib harus memiliki kompetensi yang mumpuni baik dari sisi syariat maupun metodologi penyampaian.

​”Penting bagi kita untuk mempersiapkan para imam dan khatib yang tidak hanya memahami agama secara mendalam, tetapi juga profesional dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” ujar KH Fathmir.

​Senada, Ketua MWC NU Klojen, Ustadz Damat SAg dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia berharap melalui diklat ini, masjid-masjid di wilayah Klojen dapat diisi oleh kader-kader muda yang memiliki standarisasi keilmuan yang jelas.

​Dalam diklat tersebut, para peserta dibekali tiga materi fundamental. Materi pertama mengenai Fikih Imam dan Khutbah yang disampaikan oleh Sekretaris PC LDNU Kota Malang, Ustadz Syamsul Arifin MPd. Materi ini mengupas tuntas terkait syarat, rukun, sunnah, hingga adab dalam berkhutbah.

​Selanjutnya, materi kedua difokuskan pada aspek teknis yakni Tahsin Surat Al-Fatihah yang dibawakan oleh Wakil Sekretaris LDNU Kota Malang sekaligus Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Malang, Ustadz H Fahrurozi Suhastra MH.

​”Tahsin ini krusial karena Al-Fatihah adalah rukun salat. Seorang imam harus dipastikan benar bacaannya secara tajwid dan makhraj,” jelas Fahrurozi.

​Sebagai penutup, Rais Syuriah MWC NU Klojen, KH Nur Asmari memberikan materi mengenai wawasan strategi dakwah. Hal ini bertujuan agar para khatib muda memiliki perspektif yang luas dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejuk dan relevan dengan kondisi zaman. mut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *