Batu, Bhirawa – Kehilangan hasil hortikultura pascapanen masih menjadi tantangan mendasar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab persoalan tersebut, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) menguji inovasi gabungan perlakuan ozon dan penyimpanan hipobarik untuk menjaga kualitas mutu serta memperpanjang masa simpan tomat ceri.
Inovasi yang diusung melalui Program Dosen Berkarya 2026 ini dipimpin oleh Dr. Dewi Maya Maharani, STP, M.Sc. Riset ini berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kota Batu.
Ketua Tim Riset UB, Dr. Dewi Maya Maharani mengungkapkan bahwa tomat ceri memiliki nilai ekonomi tinggi namun sangat rentan mengalami penurunan mutu cepat akibat proses respirasi yang terus berlangsung setelah panen.
”Yang kami kejar bukan hanya umur simpan yang lebih panjang, tetapi juga mutu yang tetap terjaga dan pengetahuan yang dapat diteruskan kepada pelaku usaha. Karena itu, hasil riset perlu dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan tetap relevan dengan kebutuhan UMKM,” ujar Dewi, Selasa (25/8).
Baca Juga :FTAB UB Buka PKKMB Rajawali 2026: 1.175 Maba Tantang Petakan Solusi 1.000+ Masalah SDGs Indonesia
Pengujian dilakukan dengan mengombinasikan perlakuan ozon (gas ozon dan air terozonasi) untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme di permukaan buah, serta penyimpanan pada tiga variasi tekanan: 26 kPa, 64 kPa (kondisi hipobarik), dan 101 kPa (tekanan atmosfer normal).
Tekanan Hipobarik Optimum (26 kPa): Mampu mempertahankan Total Padatan Terlarut (TPT) pada angka 5,06 °Brix, yang menandakan rasa khas tomat ceri tetap terjaga.
Retensi Vitamin C Tinggi: Sampel dengan perlakuan ozon gas mempertahankan kandungan vitamin C hingga 43,99 mg/100 gram dan air terozonasi sebesar 42,13 mg/100 gram. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding sampel tanpa ozon yang hanya menyisakan 34,62 mg/100 gram.
Menekan Jamur: Kombinasi ozon gas dan tekanan 26 kPa terbukti paling efektif menghasilkan jumlah koloni jamur paling rendah.
Dukungan Publikasi Scientific dan SDGs
Riset ini tidak hanya memberikan bukti ilmiah, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) untuk menekan pemborosan pangan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Hasil penelitian telah resmi diterima di jurnal nasional terindeks SINTA 2 (Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem) dengan judul “Sustainable Postharvest Preservation of Cherry Tomato Through Combined Ozone Pretreatment and Hypobaric Storage” yang dijadwalkan terbit akhir Agustus 2026.
Melalui sinergi bersama PLUT KUMKM dan Diskumperindag Kota Batu, hasil riset ini diharapkan dapat ditransformasikan menjadi teknologi aplikatif yang mudah diadopsi petani maupun UMKM hortikultura setempat.mut












