Alat penjernih air bantuan UB diberangkatkan menuju Sumatera Barat
Kota Malang, Bhirawa
Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan mengirimkan sepuluh (10) unit alat penjernih air portabel beserta sepuluh (10) unit genset ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Bantuan inovatif ini diberangkatkan bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis UB, Minggu (7/12), sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi.
Alat penjernih air tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas yang diinisiasi oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P., Ph.D., dan dikembangkan secara teknis oleh dosen Fakultas Teknik (FT), Dr. Eng. Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM.
Pengiriman tahap awal difokuskan ke Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang dilaporkan sangat membutuhkan akses air bersih. Selanjutnya, UB merencanakan distribusi bertahap ke lokasi lain berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
Riyanto Haribowo menjelaskan bahwa ide pembuatan alat ini muncul dari kegiatan pengabdian UB yang fokus pada penanganan bencana di Sumatera Barat. Kondisi darurat bencana seringkali memutus akses air bersih, sehingga dibutuhkan solusi yang praktis dan cepat.
“Ide pembuatan alat ini berangkat dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UB, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pada situasi bencana, akses air bersih sering terputus, sehingga dibutuhkan alat yang praktis, mudah dipindahkan, dan mampu menghasilkan air layak pakai dengan cepat,” ujar Riyanto.
Alat penjernih air yang dikembangkan tim FT ini didesain menggunakan sistem filtrasi dan sterilisasi bertingkat untuk menjamin kualitas air. Unit tersebut dilengkapi Multi Sand Filter FRP 1035 untuk menyaring kekeruhan.
Empat unit housing filter 10 inci berisi sedimen dan karbon aktif. Sterilisator UV kapasitas 12 GPM untuk memastikan air bebas bakteri.
”Semua komponennya memang kami rancang agar mudah dipindahkan dan digunakan langsung di lapangan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, tim riset yang dipimpin Riyanto dan Fakhri akan berangkat langsung ke Sumatera Barat pada hari Selasa (9/12) kemarin.
Kedatangan tim ini bertujuan untuk melakukan survei mendalam, meliputi pemetaan kondisi sumber air, penentuan titik penempatan alat yang optimal, serta evaluasi kebutuhan tambahan di wilayah lain.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar bagi UB untuk melanjutkan distribusi bantuan ke lokasi-lokasi lain yang membutuhkan dalam minggu-minggu berikutnya.
Pemberangkatan alat penjernih air dan dukungan teknis ini menegaskan komitmen UB dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi bagi kemanusiaan. Kolaborasi lintas fakultas ini menjadi bukti bahwa riset dan inovasi kampus dapat langsung diimplementasikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat bencana.mut











