Para calon pemudik sedang melakukan registrasi
Kota Malang, Bhirawa
Suasana haru sekaligus ceria menyelimuti Kantor Pusat Perum Jasa Tirta (PJT) I di Malang. Ratusan warga yang didominasi keluarga dan pekerja tampak sumringah mengemasi barang bawaan ke dalam bagasi bus. Salah satunya adalah Totok Harianto, pemudik tujuan Semarang yang tak henti-hentinya melempar senyum saat memasuki armada.
”Terima kasih sekali fasilitasnya. Semoga berbalas kebaikan untuk semua pihak di Jasa Tirta karena sudah berkenan mengantarkan kami mudik dengan nyaman,” ujar Totok dengan nada tulus sebelum keberangkatan, Selasa (17/3).
Momen unik pun tercipta untuk mencairkan suasana dan mengusir rasa jenuh di perjalanan. Para petugas dan penumpang tampak akrab saling melempar pantun jenaka. Gelak tawa pun pecah di dalam bus, mengubah ketegangan perjalanan jauh menjadi suasana kekeluargaan yang kental.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat menjelaskan bahwa program Mudik Gratis ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang telah rutin digelar sejak tahun 2023.
”Tahun ini kami memberangkatkan 377 pemudik menggunakan 10 armada, yang terdiri dari 8 bus besar dan 2 bus tanggung. Kami bersyukur jumlah jangkauan dan pemudik terus meningkat setiap tahunnya,” terang Fahmi.
Data menunjukkan tren positif kepedulian PJT I. Jika pada 2023 hanya memberangkatkan 242 orang, tahun 2026 ini melonjak hingga 377 orang dengan cakupan 9 kota tujuan. Menariknya, tahun ini PJT I membuka rute baru yakni jalur Malang – Ngawi – Madiun – Ponorogo, melengkapi rute eksis seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Purwokerto, hingga Banyuwangi.
Tak sekadar mengantar, PJT I sangat memperhatikan detail kenyamanan penumpang. Mengingat perjalanan dilakukan saat Ramadan, pihak perusahaan membekali setiap pemudik dengan goodie bag berisi bantal, roti, nasi, hingga air mineral jika sewaktu-waktu mereka harus berbuka di jalan atau terkendala kondisi fisik saat berpuasa.
Faktor keselamatan juga menjadi harga mati. “Sebelum berangkat, seluruh kru bus wajib menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter perusahaan. Mulai dari tekanan darah hingga fisik luar, semua harus dipastikan fit demi menjamin keamanan warga hingga sampai di pelukan keluarga,” tegas Fahmi.
Dengan pengawalan kesehatan dan obat-obatan ringan yang tersedia di tiap bus, PJT I berharap mudik tahun ini bukan sekadar perpindahan orang, melainkan perjalanan pulang yang mengesankan dan penuh keselamatan.mut











