Malang, Bhirawa – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) terus mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui sosialisasi Sistem Informasi Laboratorium Terpadu (SILATER) yang berkolaborasi dengan UPT Laboratorium Riset Terpadu UB.
Agenda strategis ini bertujuan mewujudkan tata kelola laboratorium yang modern, terintegrasi, transparan, dan profesional guna memperkuat tridarma perguruan tinggi, baik di bidang pendidikan, riset, maupun pengabdian masyarakat.
Sosialisasi menghadirkan Kepala UPT Laboratorium Riset Terpadu UB, Dr. Yuni Kilawati, S.Pi., M.Si., sebagai pemateri utama, dengan moderator Kepala Tata Usaha FBiPK UB, Evi Hayati, S.Ag., MAB. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran laboran FBiPK serta perwakilan pengelola laboratorium dari berbagai fakultas di lingkungan UB.
Dr. Yuni Kilawati mengungkapkan bahwa pengembangan SILATER dipicu oleh tingginya kompleksitas aktivitas laboratorium kampus. Saat ini, UB tercatat menaungi 97 laboratorium di sembilan fakultas/unit, 1.680 peralatan laboratorium terdaftar dari tujuh unit, 163 tenaga pengelola laboratorium, serta melayani lima kelompok pengguna internal maupun eksternal.
”Dengan skala fasilitas dan pengguna yang begitu besar, pengelolaan tidak bisa lagi berjalan parsial. SILATER dirancang mengintegrasikan layanan, manajemen instrumen, penjadwalan, hingga dokumentasi ke dalam satu platform digital agar lebih terukur dan akuntabel,” tegas Yuni.
Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan sebatas urusan administrasi, melainkan harmonisasi empat pilar utama: People, Process, Technology, dan Data. Melalui sistem ini, pemanfaatan fasilitas secara lintas unit dapat berjalan tertib sekaligus mendukung kebutuhan evaluasi, pelaporan, dan akreditasi institusi.
”Laboratorium bermutu bukan hanya soal kelengkapan alat canggih, melainkan rekam jejak digital dan penjaminan mutu yang terdokumentasi dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha FBiPK UB, Evi Hayati, menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong pembaruan sistem kerja berbasis digital.
”Kecanggihan aplikasi harus diimbangi kompetensi laboran. Pemahaman terhadap SILATER mutlak diperlukan agar pelayanan praktikum, riset, dan pengelolaan fasilitas di FBiPK berjalan tertib, presisi, dan profesional,” pungkas Evi.mut






