Amankan Debit Air Bersih, Polresta Malang Kota Bersama Pemkot Tancap 200 Pohon Buah di Lembah Dieng

Malang, Bhirawa – Upaya mempertahankan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan pasokan air bersih di wilayah perkotaan terus digencarkan. Melalui program Quick Wins Green Policing, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar aksi penanaman pohon konservasi di kawasan mata air Sumber Juwet, Lembah Dieng Perengan, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Jumat 30/10.

​Sebanyak 200 bibit tanaman produktif—terdiri atas 100 pohon durian dan 100 pohon sirsak—ditanam secara kolaboratif. Aksi lingkungan ini melibatkan lintas sektor, mulai dari jajaran DLH Kota Malang, manajemen Perumda Air Minum Tugu Tirta, komunitas peduli lingkungan Foresta Malang, elemen mahasiswa, hingga warga setempat.

Foto bersama jajaran pimpinan usai penanaman pohon

​Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo P.S., menuturkan bahwa inisiatif penghijauan ini merupakan putaran kedua yang berfokus langsung pada zona tangkapan air vital. Ia menegaskan, ketersediaan air bersih bukanlah komoditas yang melimpah tanpa batas, melainkan titipan ekologis yang rentan mengalami penyusutan drastis jika kawasan hulu dan sekitarnya terabaikan.

​”Pelestarian sumber mata air adalah tanggung jawab kolektif. Jangan sampai kelak anak cucu kita hanya mendengar cerita bahwa di titik ini pernah mengalir mata air alami. Kita berkewajiban merawatnya agar mata air ini terus memancarkan kehidupan bagi generasi penerus,” ujar Danang di sela penanaman pohon.

​Perwira menengah Polri ini juga menggarisbawahi perlunya sinergi terpadu antardaerah di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu), mengingat bentang hidrologi dan aliran air saling terhubung melintasi batas-batas administratif.

​Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga zona perlindungan mata air di tengah tekanan laju pembangunan permukiman kota yang kian masif. Keberadaan kawasan terbangun di dekat bibir sumber air berpotensi merusak struktur resapan sekaligus memicu pencemaran air tanah.

​Menurut Wahyu, aksi konservasi lingkungan memiliki dua dimensi strategis: menjaga kualitas air agar tetap higienis dan mempertahankan debit keluaran agar pasokan pipa distribusi tidak mengalami defisit.

​”Konservasi sumber daya air adalah investasi jangka panjang masa depan daerah. Tantangan kota saat ini adalah mengendalikan ekspansi fisik agar tidak merangsek masuk ke zona sempadan mata air. Tata ruang harus dipatuhi dengan ketat, zona lindung mata air mutlak tidak boleh beralih fungsi menjadi kawasan semen,” tegas Wahyu.

​Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang ini turut menginstruksikan jajaran teknis, khususnya Perumda Tugu Tirta dan DLH Kota Malang, agar mengawal masa pertumbuhan bibit-bibit yang telah ditancapkan. Menurutnya, gerakan penyelamatan alam tidak boleh berhenti sebatas seremoni protokoler.

​”Menanam bibit itu baru langkah permulaan. Tanggung jawab berikutnya adalah pemeliharaan berkala hingga pohon-pohon ini tumbuh kokoh dan menyerap air secara optimal. Kita ingin output ekologis nyata, bukan sekadar simbolis seremonial,” tandasnya.

​Hadir mendampingi penanaman, Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang beserta jajaran direksi Perumda Tugu Tirta. Melalui sinergi kepolisian bersama aparatur sipil dan komunitas ini, pengawasan sempadan air diharapkan berjalan konsisten guna menjamin ketahanan air baku bagi warga Kota Malang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *