Kota Malang, Bhirawa – Dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menemukan metode sederhana untuk mengolah limbah.
Dra. Sri Wardhani, M.Si dosen FSTeM, menyampaikan bahwa mengolah sampah tidak lagi selalu membutuhkan teknologi rumit berbiaya tinggi.
Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan yang sederhana, masyarakat justru dapat berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan. Semangat itulah yang dibawakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 Malang, Cemorokandang, Kota Malang belum lama ini.
Kegiatan berkonsep kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat ini melibatkan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN-PkM) dengan mengusung tema “Teknologi Pengolahan Limbah Sederhana Menggunakan Adsorben”. Melalui program ini, para santriwati dibekali ilmu pengolahan limbah yang murah, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan sebagai wujud dukungan UB terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya poin pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi, serta konsumsi dan produksi berkelanjutan.
Ia memaparkan perbedaan adsorpsi dan absorpsi, pemanfaatan adsorben alami, hingga faktor yang memengaruhi daya serap polutan seperti luas permukaan, suhu, dan pH. Contoh penerapan pada limbah rumah tangga maupun industri turut diperlihatkan secara eksplisit.
Baca Juga:FSTeM UB Sulap Ribuan Liter Limbah Minyak Jelantah Muncar Jadi Sabun Ekonomis
Sementara itu Dr. Darjito, S.Si., M.Si. memperkenalkan pemanfaatan limbah organik bulu ayam sebagai sumber keratin yang dapat diolah menjadi adsorben fungsional. Inovasi ini membuktikan bahwa limbah yang kerap terbuang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.
Tidak hanya teori, para santriwati diajak menyaksikan secara langsung proses penyisihan zat pencemar melalui simulasi limbah pewarna sintetis (larutan metilen biru). Tim PkM mempraktikkan pembandingan daya serap dari empat material adsorben:
• Karbon Aktif
• Zeolit
• Pasir Besi
• Kapur
Untuk menjamin keberlanjutan program, tim UB menyerahkan satu paket kit teknologi adsorpsi berisi perangkat alat, bahan, dan panduan penggunaan agar dapat dimanfaatkan pesantren sebagai media pembelajaran dan praktik mandiri.
Pihak pesantren menyambut hangat inisiatif ini. Ustadzah Dini mengapresiasi potensi teknologi adsorpsi untuk diterapkan langsung di lingkungan pesantren, sementara Ustadzah Radiyah berharap kolaborasi edukatif seperti ini terus berlanjut demi memperluas jangkauan teknologi ramah lingkungan di masyarakat.mut












