Slamet Husnan Kepala Dispangtan Kota Malang (foto ist)
Kota Malang, Bhirawa
Sejak satu bulan lalu, sua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang terpaksa menghentikan layanan.
Dua titik layanan yang berhenti beroperasi tersebut berada di Jalan Ir Rais, Kelurahan Bareng, dan Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kasin keduanya berada di Kecamatan Klojen.
Slamet Husnan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, memastikan penghentian operasional ini bukan permasalahan pendanaan.
Namun tandas dia bahwa kendala utama berasal dari pergantian yayasan pengelola serta pembenahan infrastruktur dapur.
“Sejak satu bulan lalu dua SPPG itu sudah berhenti memberikan layanan bukan karena pendanaan, melainkan perubahan yayasan dan infrastruktur dapurnya,” kata Slamet, Senin (17/11) kemarin.
Slamet belum dapat memastikan kapan SPPG tersebut kembali beroperasi. Dari proses yang berjalan, ia memperkirakan diperlukan waktu sekitar satu bulan untuk penyesuaian administrasi dan perbaikan infrastruktur.
“Kalau tidak salah, kurang lebih satu bulan prosesnya, kalau sudah kelar pastinya akan kembali beroperasi,”terangnya.
Slamet menyampaikan bahwa masing-masing SPPG melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat, baik siswa sekolah maupun kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dengan berhentinya dua titik layanan, jumlah penerima yang terdampak mencapai sekitar 6.000 orang.
Disampaikan dia, layanan tidak dapat dialihkan ke SPPG lain karena setiap unit memiliki kapasitas dan aturan operasional yang tidak bisa dipindah begitu saja.
“Tidak mungkin dialihkan karena setiap SPPG ada aturannya tersendiri,”imbuhnya.
Dalam pengoperasian SPPG, Slamet menekankan pentingnya pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat layanan. Sertifikat tersebut diterbitkan setelah verifikasi oleh Dinas Kesehatan.
“Sampai sekarang ada 14 SPPG yang direkomendasi SLHS. Namun kami perlu koordinasi lanjutan dengan Dinkes untuk memenuhi standar,” tambahnya.
Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Atho’illah, membenarkan bahwa dua SPPG tersebut sedang menjalani proses pergantian yayasan pengelola.
“Iya, masih dalam proses administrasi pergantian yayasan pengelola SPPG,” jelasnya.
Atho’illah merinci bahwa SPPG Ir Rais sebelumnya melayani 13 sekolah, dengan 3.100 siswa penerima manfaat, serta 252 balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Sementara SPPG Jalan Yos Sudarso masih memerlukan pembenahan infrastruktur untuk memenuhi standar SLHS.
Pemkot Malang memastikan layanan MBG akan kembali dibuka setelah seluruh proses administrasi dan perbaikan infrastruktur selesai. Pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program.mut





