Malang, Bhirawa – Tim dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menghadirkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bertajuk Sobat PLUT. Inovasi ini dirancang guna memacu percepatan digitalisasi sekaligus memperkuat legalitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di Kota Batu.
Inovasi tersebut diperkenalkan langsung kepada pengelola Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT K-UMKM) Kota Batu melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 di Ruang Sidang Gedung A FTAB UB, Rabu 28/10.
Program kolaborasi antara Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIP) FTAB UB dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu ini mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing dan Legalitas Usaha sebagai Upaya Perluasan Akses Pasar UMKM untuk Mendukung Program 365 UP Kota Batu”.
Tim pelaksana dipimpin oleh Dr. Ardaneswari D.P.C., S.TP., M.P., bersama anggota tim Wike A.P. Dania, S.TP., M.Eng., Ph.D.
Ketua Pelaksana DOKAR 2026, Dr. Ardaneswari menjelaskan, kehadiran situs web sobatplut.id berangkat dari fakta lapangan bahwa dari sekitar 150 UMKM binaan PLUT Kota Batu, baru sekitar 30 unit usaha yang memiliki katalog profil digital terpadu.
”Sobat PLUT hadir sebagai asisten digital praktis. Pelaku UMKM sering kali kesulitan merangkai kata promosi maupun menyusun katalog bisnis. Melalui fitur Profile Builder berbasis AI, data sederhana yang dimasukkan pelaku usaha langsung diolah menjadi profil dan deskripsi produk yang terstruktur serta memikat,” ujar Ardaneswari.
Platform tersebut juga dilengkapi fitur perencana konten media sosial lengkap dengan rekomendasi jadwal tayang, contoh takarir (caption), hingga tagar yang relevan. Selain itu, terdapat fitur BundleMatch yang mampu merekomendasikan paket kombinasi produk antarpelaku usaha, seperti kemasan hampers maupun oleh-oleh khas Kota Batu, sehingga mendorong kolaborasi pemasaran lintas UMKM.
Selain penguatan teknologi pemasaran, tim pengabdian UB menaruh perhatian serius pada kepatuhan regulasi produk pangan. Tim menyusun Modul Panduan Praktis Legalitas Pangan UMKM yang mengulas prosedur perizinan secara terperinci, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), SPPL, izin edar SPP-IRT, sertifikasi halal, hingga BPOM MD.
”Legalitas merupakan tiket utama perluasan pasar. Tanpa izin edar dan jaminan halal yang resmi, produk lokal akan sulit menembus ritel modern dan rantai pasok yang lebih luas,” imbuh Ardaneswari.
Ketua PLUT K-UMKM Kota Batu, Yossi Hendrawan Saraswanto, S.T., menyambut positif terobosan akademisi UB tersebut. Menurutnya, platform AI dan panduan modul yang disiapkan sangat kontekstual dengan kendala yang dihadapi para pelaku usaha binaan di lapangan.
Ke depan, program kemitraan ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung promosi siaran langsung (live selling) guna memperkuat daya jangkau penjualan produk secara daring.
Langkah strategis civitas academica FTAB UB ini sekaligus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), utamanya SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi inklusif dan penyediaan kerja layak, serta SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. mut












