Dukung Keberlanjutan Kampus, UB Gandeng PT LyondellBasell Hadirkan RVM Berbasis Ekonomi Sirkular

Perwakilan PT LyondellBasell, Mr. Rolf van Beck bersama Rektor UB Prof Widodo 

Kota Malang, Bhirawa

Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sustainability goals (tujuan keberlanjutan) di lingkungan kampus. Langkah strategis terbaru diambil dengan menggandeng PT LyondellBasell melalui pengadaan Reverse Vending Machine (RVM) berskema ekonomi sirkular, yang diresmikan di Gedung Rektorat UB, Selasa (20/5) kemarin.

​Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor industri menjadi pilar penting untuk mengembangkan ekonomi sirkular sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang lebih kuat di kalangan sivitas akademika.

​“Kami bekerja sama dengan PT LyondellBasell yang memiliki perhatian luar biasa pada bidang ekonomi sirkular. Kerja sama ini sangat krusial karena tantangan sustainability goals ini sangat kompleks. Oleh karena itu, kita harus mengintegrasikan dan mengembangkan semua potensi bersama antara dunia akademik dan industri,” ujar Prof. Widodo.

​Sementara itu, Kepala UPT UB Green Campus, Prof. Sri Suhartini, STP, M.Env.Mgt, Ph.D, memaparkan bahwa RVM merupakan sistem otomatis yang memberikan imbalan langsung kepada pengguna yang menyetorkan kemasan minuman kosong. Cara kerjanya cukup praktis: pengguna memasukkan botol plastik ke dalam mesin, kemudian mesin akan menghasilkan poin yang terakumulasi pada situs terintegrasi, dan poin tersebut dapat diklaim melalui pemindaian barcode.

​“RVM ini nantinya akan ditempatkan di beberapa titik strategis kampus yang tinggi aktivitas, seperti di kantin Creative Land, Halalan Toyyiban, Perpustakaan, dan area publik lainnya di UB,” jelas Prof. Sri Suhartini.

​Lebih lanjut, Prof. Sri menekankan bahwa kolaborasi ini tidak sekadar menghadirkan teknologi fisik, melainkan juga mencakup transfer pengetahuan dari PT LyondellBasell kepada mahasiswa guna mengubah perilaku sehari-hari.

​“Mengenalkan teknologi saja tidak akan cukup jika tidak diiringi dengan perubahan kebiasaan mahasiswa. Karena itu, langkah kolaborasi ini kami rancang secara komprehensif, mulai dari pengenalan teknologi, peresmian, edukasi media, hingga lokakarya interaktif (interactive workshop),” tambahnya.

​Gayung bersambut, perwakilan PT LyondellBasell, Mr. Rolf van Beck, menilai UB merupakan mitra yang sangat strategis. Dengan modal sosial sekitar 70.000 mahasiswa, mereka adalah representasi dari calon pemimpin masa depan Indonesia yang potensial menggerakkan perubahan lingkungan. Dukungan industri tidak hanya berupa mesin RVM dan produk sirkulasi, tetapi juga transfer pengetahuan ekosistem sirkulasi yang matang.

​“Bagi saya, kolaborasi ini lebih kepada bagaimana kita menghasilkan ide-ide dan peluang baru dalam menerapkan ekonomi sirkular, serta bersama-sama mencari solusi konkret untuk menyelesaikan persoalan sampah plastik,” tandas Mr. Rolf. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *