Heboh Penangkapan Pati Terkait Penyadapan Ilegal, PP Polri Turun Gunung Pasang Badan untuk Kapolri

Bhirawaonline.com –   Di tengah sorotan publik atas kasus penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi (Pati), pimpinan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mendapat suntikan moral dari para purnawirawan senior yakni Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan (PP) Polri.

Mereka mendatangi Mabes Polri untuk menyatakan dukungan penuh atas tindakan tegas pimpinan kepolisian.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.menyambut hangat kehadiran Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn) Bambang Hendarso Danuri beserta para mantan Kapolri dan Wakapolri.

Suyudi  menyebut jajaran senior ini sebagai orang tua yang selalu konsisten memberikan bimbingan di saat institusi menghadapi dinamika penegakan hukum yang berat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan dan juga menjadi penguatan bagi kami. Beliau adalah senior-senior dan juga orang tua kami yang selama ini telah berkontribusi memberikan masukan, saran, dan juga penguatan,” ucap Kapolri di hadapan awak media.

Lebih lanjut, pria yang baru menjabat Kapolri pada 1 Oktober lalu itu menepis spekulasi yang menyebut tindakan terhadap oknum Pati tersebut dipicu persaingan internal.

Ia menekankan bahwa penangkapan tersebut adalah langkah murni penegakan hukum demi menjaga marwah dan kebaikan institusi Polri.

“Kami yakinkan bahwa ini semua adalah murni dalam bentuk penegakan hukum. Tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apapun, tapi ini murni untuk kebaikan institusi Polri yang kita cintai dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Baca Juga:

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Lainnya Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyadapan Terhadap Presiden

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.  memuji keberanian pimpinan Polri yang dinilainya tidak pandang bulu dalam menyapu bersih oknum-oknum bermasalah di tubuh institusi.

“Ini murni ada peristiwa pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri yang tentunya dengan kejelihan dan keberanian Bapak Kapolri melakukan tindakan tegas. Beliau melakukan langkah-langkah represif penegakan hukum dengan tidak pandang bulu, siapapun beliau hadapi,” kata Bambang Hendarso Danuri.

Mantan Kapolri tersebut meluapkan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak pidana penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, hingga akses ilegal yang melibatkan para perwira aktif.

“Kami menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam, seharusnya tidak perlu terjadi. Kami yang pensiun terpikir terlintas pun tidak untuk berkhianat kepada institusi. Ini tentunya keprihatinan kami yang mendalam,” tuturnya.

Sebagai wujud penguatan moral, PP Polri mendeklarasikan tujuh pesan moral yang menekankan pentingnya prinsip equality before the law, akuntabilitas, transparansi, serta soliditas Polri bersama masyarakat dan TNI.

PP Polri juga mengapresiasi tingginya kepercayaan publik yang menyentuh angka 80 persen di bawah kepemimpinan Kapolri saat ini.

Langkah sosialisasi penanganan kasus ini bakal digencarkan. Wakapolri beserta tim dijadwalkan menyampaikan penjelasan rinci dalam forum yang dihadiri 300 purnawirawan di Gedung Tribrata Jakarta serta disambungkan secara daring ke 34 pengurus daerah PP Polri di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *