Malang, Bhirawa — Menghadapi fenomena musim kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah, sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB) menggelar salat Istisqa berjemaah pada hari Jumat. Ibadah salat sunah meminta hujan tersebut dilaksanakan sebagai wujud ikhtiar spiritual untuk mengetuk pintu langit serta memohon rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.
Ketua Takmir, Masjid Raden Fatah, M. Kholid Mawardi, menyampaikan bahwa sebagai insan yang religius, sivitas akademika tidak hanya mengandalkan pendekatan ilmiah rasional dalam menelaah kondisi cuaca dan iklim, tetapi juga wajib mendalami ayat-ayat kauniah.
”Kita menyadari bahwa memahami fenomena alam ini tidak cukup hanya dengan pendekatan ilmiah, melainkan ayat-ayat kauniah juga harus kita kaji. Karena itu, sivitas akademika UB bersepakat untuk mengetuk pintu langit, bertobat, memohon ampun, dan berdoa agar Allah Swt. segera menurunkan rahmat-Nya lewat hujan,” ujar Kholid.
Ia menambahkan, pemilihan hari Jumat dinilai sebagai momentum yang penuh keberkahan (sayyidul ayyam) bagi umat Islam untuk bersama-sama bersimpuh, merendahkan diri, dan memanjatkan doa hajat kolektif.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Takmir, Ratno Bagus Edy Wibowo, memaparkan landasan filosofis di balik pelaksanaan salat Istisqa tersebut. Menurutnya, seluruh langkah ini berpijak pada ajaran sunah Rasulullah saw. ketika menghadapi kemarau ekstrem, sekaligus menegaskan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
”Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita berupaya mengikuti sunah beliau saat menghadapi situasi cuaca kemarau seperti ini. Segala musibah maupun pergantian musim di alam semesta berada sepenuhnya dalam kendali Allah Swt., sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman-Nya bahwa tidak ada musibah yang menimpa kecuali atas izin Allah,” jelas Ratno.
Lebih lanjut, Ratno menegaskan bahwa prinsip ketauhidan mengajarkan manusia untuk selalu berserah diri dan hanya meminta pertolongan kepada Allah semata.
”Filosofi dasarnya kembali kepada iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn, hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Ketika manusia diuji dengan kekeringan, pintu pertolongan utama adalah kembali kepada-Nya,” pungkas Ratno.
Melalui agenda ibadah bersama ini, keluarga besar Universitas Brawijaya berharap hujan segera mengguyur wilayah Malang dan sekitarnya guna mengakhiri kekeringan, menyuburkan tanah, serta menghadirkan keteduhan bagi masyarakat luas. mut











