Surabaya, Bhirawa – Perubahan regulasi, akselerasi teknologi, dan iklim perekonomian yang dinamis menuntut pemahaman hukum bisnis yang adaptif bagi para pelaku usaha maupun aparatur birokrasi. Merespons tantangan tersebut, Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI) menjalin kolaborasi strategis dengan JIMLY School melalui gelaran Webinar Nasional bertajuk “Pengembangan Kompetensi dalam Dinamika Perkembangan Hukum Bisnis”, Rabu 21/10 malam.
Kegiatan yang diselenggarakan secara daring dari Surabaya ini menyedot antusiasme tinggi dengan diikuti hampir 200 peserta lintas sektor dari berbagai daerah di Indonesia. Selain animo peserta yang besar, forum ilmiah ini turut mendapat dukungan penuh dari 9 tokoh nasional, mulai dari unsur birokrasi, BUMN, KADIN, akademisi perguruan tinggi terkemuka, hingga pegiat seni budaya.
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia sekaligus Pembina LKHAI, R. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi hukum bisnis saat ini bukan lagi sekadar formalitas akademik, melainkan kebutuhan mutlak bagi dunia usaha dan tata kelola instansi.
“Pemahaman regulasi bisnis kini tidak hanya menjadi domain para praktisi hukum, tetapi krusial bagi pelaku usaha, akademisi, hingga aparatur sipil. Melalui kolaborasi edukasi ini, kami ingin memastikan para profesional mampu mengantisipasi perubahan aturan main di sektor perekonomian dan investasi,” ungkap Ali Zaini dalam arahannya.
Ia menambahkan, agenda ini merupakan langkah awal kemitraan jangka panjang antara LKHAI dan JIMLY School. Ke depan, kolaborasi ini diarahkan pada pelatihan kompetensi tersertifikasi, forum talk show, serta seminar berkala guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat regional maupun nasional.
Webinar nasional ini membedah isu regulasi secara komprehensif melalui dua pembicara utama, yakni Ketua PWI Jawa Timur sekaligus pemerhati ekonomi-bisnis Drs. Lutfil Hakim, serta Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) JIMLY yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya), Prof. Dr. Hesti Armiwulan, S.H., M.Hum.
Diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif LKHAI Mohammad Syarifudin Abdillah, S.H., M.H., dan dibuka oleh Ketua Pelaksana Rachmatika Ramadhani, S.Psi. (Direktur Utama PT Forjasi Lentera Indonesia) tersebut turut mencatat kehadiran peserta dari berbagai instansi strategis di Jawa Timur. Di antaranya perwakilan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), jajaran RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RS Menur Surabaya, hingga praktisi dan ormas kepemudaan.
Dukungan institusional terhadap terobosan LKHAI dan JIMLY School ini datang dari sembilan figur lintas profesi, yaitu:
Dr. H. Edi Purwanto, S.TP., M.M. (Direktur PT Brawijaya Multi Usaha / PT BMU)
H. Adik Dwi Putranto, S.H., M.HP. (Ketua Umum KADIN Jawa Timur)
Roy Jeconiah (Musisi nasional / vokalis rock)
Dr. Agus Andi Subroto, S.TP., M.M. (Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan)
Dhian Satria Yudha, S.Kom., M.Kom. (Direktur Eksekutif Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya)
Prof. Dr. Suparji, S.Pd., M.Pd. (Dekan Fakultas Teknik UNESA)
Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H. (Guru Besar Fakultas Hukum UNAIR)
Prof. Dr. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA. (Wakil Rektor III Universitas Widyagama Malang)
Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng. (Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi / LPJK Kementerian PU)
Para tokoh menaruh harapan besar agar sinergi ini menjadi lokomotif lahirnya program-program sertifikasi profesi dan literasi hukum aplikatif yang langsung menjawab kebutuhan industri dan birokrasi di tanah air.mut






