Kota Malang, Bhirawa-Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang masih berlangsung, Pemerintah Kota Malang memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terkendali. Cadangan air dari Perumda Air Minum Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang hingga saat ini dilaporkan masih mencukupi kebutuhan warga.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terakhir yang diterima dari pihak PDAM, kondisi ketersediaan air bersih belum masuk tahap krisis atau kekurangan yang signifikan.
”Kalau cadangan air dari PDAM kemarin belum ada laporan penurunan pada tahapan sampai kekurangan. Insyaallah laporan dari PDAM masih aman saja,” terang Ali saat ditemui usai mengikuti salat istisqo, bersama warga Muhammadiyah di halaman Masjid Panglima Sudirman Sabtu 24/10 kemarin.
Meski persediaan induk dinyatakan stabil, Pemkot Malang mengakui ada sejumlah dinamika di lapangan. Debit pada beberapa sumur mandiri milik warga mulai mengalami penurunan akibat kemarau panjang, sehingga suplai air bersih perlu dioptimalkan pada jam-jam tertentu. Pihak PDAM pun telah mengeluarkan imbauan teknis agar masyarakat mulai menampung cadangan air.
Selain untuk kebutuhan harian rumah tangga, sebagian titik pasokan air PDAM saat ini juga dialokasikan untuk penanganan darurat kebencanaan. Salah satunya difokuskan untuk menyuplai armada pemadam kebakaran dalam menjinakkan kobaran api di TPA Supit Urang.
”Beberapa sumber di PDAM sementara kita maksimalkan untuk suplai pemadaman kebakaran yang ada di Supit Urang. Kami mengimbau warga, kalau ada keluhan terkait kekurangan air segera melapor ke pihak PDAM atau Pemkot Malang agar segera diambil langkah kebijakan yang cepat,” tambahnya.
Sebagai ikhtiar batiniah menghadapi dampak cuaca ekstrem dan maraknya kebakaran lahan, Pemkot Malang bersama elemen Angkatan Muda Muhammadiyah dan Polresta Malang Kota juga turut menggelar ibadah Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan berkah di kawasan Malang Raya dan Indonesia.mut












