Kolaborasi Riset FP UB-Miyazaki University

Implementasi MBKM Melalui Studi Perilaku Bangau di Malang

UB menggandeng University of Miyazaki, Jepang, dalam sebuah riset kolaboratif

Kota Malang, Bhirawa

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional. Kali ini, FP UB menggandeng University of Miyazaki, Jepang, dalam sebuah riset kolaboratif yang juga menjadi wadah implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

​Penelitian yang mengambil lokasi di lahan persawahan Desa Jenggolo, Kepanjen, ini memfokuskan studi pada perilaku Bangau Sawah (Egretta garzetta). Namun, lebih dari sekadar pengamatan burung, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi pendidikan lintas negara yang melibatkan mahasiswa secara aktif di lapangan.

Ketua tim peneliti FP UB, Uma Khumairoh, PhD, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa adalah elemen kunci dalam kerja sama ini. Sebanyak 11 mahasiswa program MBKM dari FP UB mendapatkan kesempatan langka untuk bekerja berdampingan dengan 2 mahasiswa dari Fakultas Pertanian University of Miyazaki.

​”Ini adalah implementasi nyata dari kurikulum MBKM. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi terjun langsung melakukan survei, observasi perilaku satwa, hingga berinteraksi dengan peneliti senior dari Jepang,” ujar Uma, Kamis (5/3).

Kerja sama ini juga menjadi jembatan bagi transfer ilmu pengetahuan. Prof. Satoshi Ito, PhD dari University of Miyazaki menekankan betapa pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam memahami ekologi pertanian secara global.

​”Kolaborasi antar-lembaga ini bukan hanya soal data ilmiah yang dihasilkan, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk saling bertukar perspektif mengenai praktik pertanian di negara masing-masing,” ungkap Prof. Ito.

​Senada dengan hal tersebut, Prof. Ryoko Hirata, PhD menilai bahwa riset bersama ini memperkuat hubungan institusional antara FP UB dan University of Miyazaki. Ia berharap hasil perbandingan antara sistem Complex Rice System (CRS) dan pertanian konvensional ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi kedua universitas dalam mendukung pertanian berkembang.

Melalui riset ini, FP UB membuktikan bahwa kolaborasi internasional dapat menyentuh aspek-aspek lokal namun berdampak global. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada satu penelitian saja, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pertukaran pelajar maupun penelitian bersama di masa mendatang.

​Output dari kolaborasi ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap konservasi keanekaragaman hayati sekaligus memperkokoh posisi FP UB sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul di kancah internasional. mut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *