Wujudkan Layanan Pendidikan Berstandar Internasional, FMIPA UB Perkuat Budaya Mutu Melalui Audit ISO 21001:2018

Darmanto Ketua Gugus Jaminan Mutu FMIPA UB

Kota ​Malang, Bhirawa

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) terus berkomitmen menjaga marwah kualitas layanan akademik di lingkungan kampus. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya First Surveillance Visit penerapan standar SNI ISO 21001:2018 yang berlangsung selama lima hari dan berakhir pada Jumat (6/3).

​Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya tulus fakultas untuk memastikan hak-hak pendidikan mahasiswa terpenuhi melalui sistem manajemen yang konsisten dan terus berkembang.

​Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FMIPA UB, Darmanto, mengungkapkan bahwa audit kali ini merupakan tindak lanjut pasca resertifikasi tahun 2025 lalu. Berbeda dengan akreditasi yang dilakukan lima tahunan, sertifikasi ISO menuntut kedisiplinan tinggi melalui audit surveillance setiap tahunnya.

​”Ini adalah momentum evaluasi bagi seluruh unit kerja. Kami ingin memastikan bahwa sistem manajemen pendidikan di FMIPA UB benar-benar berjalan konsisten di tingkat fakultas, departemen, hingga program studi,” ujar Darmanto saat ditemui di sela-sela kegiatan.

​Mengingat luasnya cakupan area audit yang meliputi Departemen Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Statistika, tim auditor menggunakan metode sampling untuk memotret implementasi sistem di lapangan.

​Pada periode ini, terdapat enam program studi yang menjadi representasi audit, antara lain:

• ​Program Sarjana: Ilmu Aktuaria, Sains Data, dan Instrumentasi.

• ​Program Pascasarjana: Magister Kimia, Magister Biologi, dan Doktor Ilmu Fisika.

​”Auditor tidak memberikan penilaian angka layaknya akreditasi, melainkan memberikan rekomendasi dan masukan yang sangat berharga bagi kami. Fokusnya adalah kesesuaian layanan dengan standar internasional serta kelayakan perpanjangan sertifikat,” tambah Darmanto.

​Aspek yang dibedah dalam audit ini tergolong komprehensif, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, kualitas lulusan, sistem penerimaan mahasiswa baru, hingga fasilitas pendukung. Bahkan, tim auditor melakukan visitasi lapangan ke setiap departemen untuk melihat langsung realitas layanan yang diberikan.

​Darmanto menegaskan, penerapan SNI ISO 21001:2018 adalah bagian dari quality assurance untuk membangun kepercayaan publik (stakeholders). Ke depan, FMIPA UB berencana memperluas jangkauan audit dengan menyertakan Program Studi Sarjana Bioinformatika pada proses resertifikasi berikutnya.

​”Harapan kami, budaya mutu ini bukan hanya formalitas di atas kertas, tetapi menjadi napas dalam setiap penyelenggaraan pendidikan di FMIPA UB, sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompetitif di kancah global,” pungkasnya optimis. mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *