Lia Istifhama DPD RI Serap Aspirasi FKPQ Jatim, Soroti Kesejahteraan Guru Ngaji dan Legalitas LPQ

Surabaya, Bhirawa-Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menerima silaturahmi dan aspirasi dari jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jatim, Surabaya, Jumat (11/9/2026) malam.

​Pertemuan yang berlangsung hangat dari pukul 19.00 hingga 21.30 WIB ini membahas sejumlah persoalan krusial. Isu utama yang diangkat meliputi keberlangsung Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), kepastian insentif guru ngaji, penguatan legalitas kelembagaan, adaptasi teknologi digital, hingga peningkatan kualitas tahsin.

​Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H. Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa masih banyak guru ngaji dan LPQ di wilayahnya yang belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :Kasus Sengketa Rumah di Surabaya, Ning Lia DPD RI: Negara Harus Hadir Protect Hak Warga

​“Kami menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi lapangan. Harapan kami ada perhatian nyata dari Pemprov Jatim untuk para guru ngaji dan LPQ, baik berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) maupun insentif rutin,” tegas Abdul Aziz.

​Selain masalah bantuan teknis, FKPQ Jatim menyoroti pentingnya kemudahan perizinan operasional (Izop) dan penguatan SDM di era digital. Dalam kesempatan tersebut, FKPQ juga menyerahkan manuskrip Tahsin-PMPQ—metode mengaji bittaghonniy 30 juz khusus guru TPQ—kepada Lia Istifhama untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan materi.

​Menanggapi hal tersebut, Lia Istifhama menyambut positif dan berkomitmen mengawal aspirasi yang masuk sesuai kewenangannya di DPD RI. Lia menekankan pentingnya penguatan kapasitas pendidik serta kelengkapan legalitas agar lembaga memiliki daya tawar yang kuat.

​“Apa yang disampaikan FKPQ Jatim menjadi masukan penting. Soal insentif, legalitas, hingga manuskrip Tahsin-PMPQ ini adalah ikhtiar luar biasa. Aspirasi ini akan kita komunikasikan dan dorong melalui jalur serta kewenangan yang sesuai,” tanggap Lia.

​Lia juga mengimbau agar komunikasi antara organisasi pengelola pendidikan Al-Qur’an dan pemangku kebijakan terus diperkuat dengan menyajikan data yang presisi di lapangan.

​Audiensi ini turut dihadiri jajaran pengurus DPW FKPQ Jatim dari berbagai daerah, antara lain Sekretaris Khoirul Umam (Kediri), Bendahara Ahmad Bahruddin (Surabaya), Wakil Bendahara Agies Triana Dewi (Madiun), dan Wakil Sekretaris Nur Cholis (Nganjuk). Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang memihak kesejahteraan pengajar Al-Qur’an di Jawa Timur.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *