Mahasiswa PPG UMM Sulap Bunga Rosella Jadi Lulur Alami Kaya Antioksidan

Kota Batu, Bhirawa – Tanaman bunga rosella yang melimpah di dataran tinggi Kota Batu berhasil dikembangkan menjadi produk perawatan tubuh bernilai tambah tinggi. Lewat inovasi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), komoditas herbal tersebut disulap menjadi lulur alami berkhasiat antioksidan.

​Inovasi tersebut diperkenalkan secara langsung kepada warga dalam rangkaian agenda Projek Kepemimpinan PPG UMM di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu 27/9.

​Ketua Kelompok Mahasiswa PPG UMM, Lindayani, menjelaskan bahwa inisiatif ini bermula dari melimpahnya tegakan bunga rosella di Dusun Santrean, Desa Sumberejo, yang selama ini hanya dimanfaatkan sebatas tanaman hias pekarangan atau bahan minuman seduh sederhana.

​”Kami melihat potensi rosella sangat besar di dataran tinggi Sumberejo. Melalui program ini, kami mengedukasi warga bahwa rosella memiliki nilai ekonomis dan manfaat lebih luas jika diolah menjadi produk perawatan kulit alami,” papar Lindayani.

​Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa luaran produk ini dirancang melalui proses pemetaan kebutuhan riil dan potensi wilayah. Menurutnya, Projek Kepemimpinan menuntut calon guru profesional untuk tanggap membaca peluang pemberdayaan masyarakat sekitar.

​”Prosesnya diawali pemetaan komoditas lokal yang belum tergarap optimal. Dari situ, mahasiswa merumuskan solusi pendampingan aplikatif berbasis kearifan lokal,” tutur Isnaini.

​Dari sisi saintifik dan keamanan sediaan, formulasi lulur didampingi langsung oleh dosen Farmasi UMM, apt. Dyah Rahmasari, S.Farm., M.Farm. Dyah memaparkan, kelopak rosella kaya akan senyawa bioaktif berupa fenolik, polifenol, flavonoid, dan multivitamin dengan daya antioksidan penangkal radikal bebas.

​”Tekstur serbuk rosella yang telah dihaluskan dan diayak berfungsi efektif sebagai scrub mekanik alami untuk eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati. Namun, untuk prospek komersialisasi ke depan, aspek standardisasi simplisia, pengujian mutu, stabilitas sediaan, dan legalitas edar harus terus dipenuhi,” urai Dyah.

​Pembuatan lulur tergolong praktis dan ramah lingkungan. Bunga rosella segar disortir, dicuci higienis, lalu dikeringkan perlahan tanpa paparan suhu panas berlebih demi menjaga kandungan nutrisinya. Setelah kering, bahan digiling halus dan diayak. Untuk pemakaian langsung, serbuk rosella cukup dilarutkan bersama air mawar dengan perbandingan 1:2 hingga membentuk pasta lulur siap pakai.

​Aksi pemberdayaan ini disambut hangat puluhan kader PKK Desa Sumberejo. Ketua TP PKK Sumberejo, Mulyatini, S.Pd., mengapresiasi terobosan mahasiswa yang mampu menularkan keterampilan baru bagi warganya.

​”Pelatihan lulur berbahan rosella ini merupakan hal baru bagi warga kami. Keterampilan ini sangat bermanfaat, baik untuk perawatan diri secara mandiri di rumah maupun diproyeksikan menjadi rintisan unit usaha produktif di bawah binaan pokja PKK desa,” kata Mulyatini.mut

​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *