Lamongan, Bhirawa – Kreativitas masyarakat pelosok desa Kabupaten Lamongan kembali mencuri perhatian nasional. Berkat keuletan mengolah limbah pertanian menjadi karya batik bernilai tinggi, Ning Lia anggota DPD RI memberikan apresiasi.
Bahkan tim DPD RI menggelar verifikasi lapangan langsung ke lokasi sanggar di Lamongan, akhur pekan kemarin.
Kunjungan dihadiri langsung dua Senator asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama dan AA Ahmad Nawardi, Sekretaris Jenderal DPD RI Komjen Pol Mohammad Iqbal, serta Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.
Endang Dzunuraini selaku pendiri sanggar. Dalam rentang waktu satu dekade, sanggar tersebut tercatat telah menularkan ilmu membatik kepada lebih dari 20 ribu pembelajar.
”Sepuluh tahun mendidik lebih dari 20 ribu murid itu pencapaian luar biasa. Artinya, karya dan metode yang dikembangkan Mbak Endang benar-benar membumi dan diterima masyarakat luas,” terang Ning Lia.
Senator peraih suara signifikan di Jatim ini menyoroti keunggulan produksi batik setempat yang ramah lingkungan. Sanggar ini konsisten memanfaatkan bahan nabati dan limbah pertanian di sekitarnya sebagai zat pewarna alami, mulai dari sabut kelapa, akar mengkudu, bunga telang, hingga tanaman indigo.
”Latar belakang sastra Mbak Endang mampu bertransformasi menjadi mahakarya konkret. Perpaduan pelestarian tradisi, sains lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi inilah yang menjadi alasan kuat DPD RI hadir sebagai katalisator potensi daerah,” imbuhnya.
Senada, Senator AA Ahmad Nawardi menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari inisiatif akar rumput tanpa bergantung pada pihak mana pun. Langkah mandiri tersebut dinilai sukses menghidupkan kembali denyut kriya batik lokal yang sempat redup di Lamongan.
Sekjen DPD RI, Komjen Pol Mohammad Iqbal, memaparkan bahwa seleksi DPD RI Awards tahun kedua ini berlangsung sangat ketat dengan menyaring sekitar 1.500 nominator dari penjuru tanah air hingga menyisakan tiga kandidat terbaik di tiap kategori.
”DPD RI berkomitmen memberi panggung bagi figur-figur inspiratif daerah yang kiprahnya nyata tetapi luput dari sorotan kamera. Para pegiat seperti Mbak Endang ini ibarat lilin-lilin kecil yang menyala menerangi kemandirian bangsa,” ungkap mantan Kadiv Humas Polri tersebut.
Dari jajaran pemerintah daerah, Wakil Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara menaruh harapan besar agar Sanggar Batik Mbah Guru berhasil menyabet predikat juara utama. Pemkab Lamongan membidik pengembangan lanjutan pada sektor hulu, khususnya budidaya pertanian tanaman pewarna alami guna memasok kebutuhan industri kriya berkelanjutan ke depan.mut











