Muktamar ke-35 NU: Ada Ojek Muslimah, Cocok untuk Nahdliyin Perempuan

Jombang, Bhirawa – Di tengah gelombang kedatangan warga Nahdlatul Ulama di Jombang karena Muktamar ke-35 NU, maka kebutuhan transportasi umum sangat penting.

Salah satu moda transportasi yang kemudian sering mendapat minat tinggi adalah ojek.

Sebab, menumpang kendaraan bermotor roda dua lebih fleksibel dan cenderung cepat sampai ke tujuan.

Hanya saja, bagi muslimah, mereka juga butuh ojek yang nyaman dan aman. Sehingga kehadiran ojek muslimah juga menarik banyak minat.

Baca Juga: Sentuhan Kopi Gratis Pedagang Jombang Sambut Tamu Muktamar NU ke-35

Ojek Muslimah Jadi Alternatif

Menurut laman resmi Muktamar NU pada Minggu (30/8), terdapat ojek muslimah yang beroperasi di Jombang selama muktamar.

“Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) membuka peluang buat warga Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Begitu pula buat kaum muslimah yang beralih menjadi pengemudi ojek,” tulis laman tersebut.

Salah satu warga Jombang yang menjadi ojek muslimah dadakan selama muktamar ini adalah Emi (49 tahun) dari Dusun Plosonggeneng.

Tanpa ragu bersama saudaranya, ia sigap melayani kebutuhan transportasi para muktamirin maupun partisipan selama rangkaian muktamar berlangsung.

Dalam sehari, ia mampu melayani hingga sekitar 100 penumpang.

“Ongkos seikhlasnya sesuai dengan jarak tempuh,” ungkap Emi, menukil dari laman Muktamar NU (30/8).

Baca Juga: Muktamar ke-35: NU Rekomendasikan Kopdes Merah Putih Kembali pada Prinsip Koperasi

Selain kuantitas penumpang yang membeludak, tarif seikhlasnya turut memberi banyak keberkahan bagi Emi.

Ia menyebut sejumlah titik di sekitar Tambakberas menjadi tujuan yang cukup ramai permintaan.

Mulai dari kawasan bazar dan expo sebagai salah satu lokasi favorit penumpang, hingga makam KH Abdul Wahab Chasbullah.

Baca Juga: Muktamar ke-35: Dapur MBG NU Sediakan 12 Ribu Porsi Makan Gratis

Setiap hari, Emi dan para pengojek lainnya menyesuaikan lokasi mangkal berdasarkan kondisi di lapangan dan animo pengunjung.

Mereka kerap berpindah-pindah ke titik yang berpotensi lebih ramai agar dapat melayani lebih banyak penumpang.

Bagi Emi, menjadi pengojek juga membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Apalagi, keberadaan ojek muslimah di sekitar kawasan Tambakberas bukan hal yang baru.

Namun, jumlahnya masih relatif sedikit daripada pengemudi ojek laki-laki.

“Terkadang penumpang perempuan merasa lebih nyaman menggunakan jasa ojek perempuan,” beber Emi.

Adapun Muktamar ke-35 NU masih akan berlangsung hingga Senin (31/8) besok di Jombang.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *