Peksimida Jatim 2026 Dimulai: 44 Kampus Rebutkan Tiket Emas Menuju Peksiminas Jember

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd,  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evie Afianasari, S.T., M.M.A.; Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib; didampingi para pembantu Rektor membuka secara resmi Peksimida

Kota Malang, Bhirawa

Geliat kompetisi seni mahasiswa tingkat regional resmi dimulai. Provinsi Jawa Timur kembali memanaskan mesin kreativitasnya melalui gelaran Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026. Kompetisi bergengsi ini menjadi panggung unjuk gigi bagi ratusan talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS) demi mengamankan tiket emas menuju level nasional.

​Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini mendapat kehormatan besar. Kampus berwibawa ini ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah utama, sekaligus menjadi pusat titik mula kemeriahan acara dengan menggelar Opening Ceremony atau Acara Pembukaan Peksimida Jatim 2026.

​Acara pembukaan yang dipusatkan di Gedung Graha Cakrawala UM tersebut berlangsung sangat meriah. Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evie Afianasari, S.T., M.M.A.; Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib; serta Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. bersama jajaran pimpinan universitas se-Jawa Timur.

​Wakil Rektor I Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, menjelaskan bahwa selain dipercaya menjadi tempat pembukaan, UM juga bertanggung jawab penuh atas jalannya kompetisi pada rumpun sastra.

​”UM mendapatkan amanah untuk menyelenggarakan kompetisi di tiga tangkai lomba penulisan sastra bergengsi, yaitu Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, dan Penulisan Puisi,” ujar Prof. Ibrahim saat memberikan keterangan tertulis mengenai kesiapan kepanitiaan.

​Secara keseluruhan, Peksimida Jatim tahun ini menyajikan persaingan yang sangat ketat dengan melombakan total 15 tangkai seni yang tersebar di beberapa sirkuit kampus di Jawa Timur. Setelah melalui rangkaian kompetisi yang panjang, seluruh hasil evaluasi dan pengumuman jawara bakal dipusatkan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Acara penutupan (Closing Ceremony) dijadwalkan berlangsung meriah pada tanggal 13 mendatang.

​Sementara itu, Ketua BPSMI (Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia) Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana Peksimida Jatim, Dr. Fendi Setyawan, mengungkapkan bahwa antusiasme tahun ini luar biasa besar. Tercatat, sebanyak kurang lebih 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi se-Jawa Timur telah mendaftarkan diri secara resmi.

​Untuk memastikan kompetisi berjalan jujur dan melahirkan delegasi yang bermental juara, Dr. Fendi yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Jember (Unej) ini menegaskan bahwa sistem penjurian dirancang sangat ketat dan objektif.

• ​Komposisi Juri: Tiap tangkai seni akan dinilai langsung oleh tiga orang juri profesional.

• ​Sistem Penilaian: Dua juri didatangkan dari luar (eksternal), dan hanya satu juri internal yang berasal dari perguruan tinggi penyelenggara.

​”Ini komitmen kami menjaga transparansi,” urai Dr. Fendi Setyawan.

​Terkait teknis pelaksanaan, pihak panitia daerah bergerak efektif dengan memfokuskan anggaran pada penyediaan fasilitas ruang perlombaan serta akomodasi bagi tim juri. Sedangkan untuk keperluan penginapan dan logistik harian selama kompetisi, para peserta dari masing-masing kontingen mahasiswa menanggung dan mengelolanya secara mandiri.

​Ajang regional ini sejatinya merupakan jembatan penyaringan yang diinisiasi oleh BPSMI Jatim sebelum para mahasiswa melangkah ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang berada di bawah naungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek.

​”Hanya Juara 1 dari masing-masing tangkai seni di Peksimida ini yang berhak memegang tiket sebagai delegasi resmi Jawa Timur. Target kita jelas, menyusun skuad terbaik untuk bertarung di level nasional (Peksiminas) yang kebetulan tahun ini akan diselenggarakan di Universitas Jember (Unej),” tambah Dr. Fendi optimistis.

​Tak sekadar menjadi ladang kompetisi, Peksimida Jatim 2026 juga menjadi ruang konsolidasi bagi para pembuat kebijakan kampus. Menjelang malam puncak penutupan, panitia telah menjadwalkan agenda Sarasehan Kemahasiswaan. Acara ini akan mengumpulkan seluruh Wakil Rektor (WR) Bidang Kemahasiswaan se-Jawa Timur guna melakukan refleksi bersama sekaligus merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan minat, bakat, dan ekosistem kesenian mahasiswa di masa yang akan datang.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *