Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menandatangani perjanjian kerja sama di ruang sidang Balai Kota Malang Kamis 23/4 kemarin
Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang dalam upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diambil sebagai strategi konkret menghadapi tantangan efisiensi Transfer Ke Daerah (TKD) serta pemenuhan regulasi batas maksimal belanja pegawai.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya menjalin kerjsama dengan Pemkot Malang, lantaran keberhasilan Kota Malang dalam mengelola pendapatan daerah melalui aplikasi Persada. Sistem ini dinilai efektif dalam memantau dan memungut berbagai jenis pajak, mulai dari PBB, pajak restoran, perhotelan, hingga retribusi daerah secara real-time.
Kerja sama ini dipicu oleh kondisi fiskal di mana Kota Tasikmalaya mengalami pemotongan TKD hingga 30%. Untuk tetap menjaga keberlangsungan pembangunan, kreativitas dan inovasi dalam menggali potensi pendapatan mandiri menjadi sebuah keharusan.
”Kami harus berdikari dan mandiri. Kolaborasi antar-daerah adalah jawaban atas tantangan yang ada. Apa yang baik di Malang akan kami jadikan referensi untuk diterapkan di Tasikmalaya,” ujar Viman Alfarizi Ramadhan.
Selain mengadopsi sistem aplikasi Persada, Pemkot Tasikmalaya juga akan mempelajari tata kelola organisasi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam kerja sama ini meliputi:
• Optimalisasi PAD Harian: Mencontoh Kota Malang yang mampu membukukan pendapatan hingga Rp3 miliar per hari, sehingga memberikan ruang fiskal yang luas bagi pemerintah daerah.
• Penyesuaian Belanja Pegawai: Berdasarkan aturan terbaru, porsi belanja pegawai dibatasi maksimal 30% dari APBD. Dengan meningkatkan angka PAD, maka persentase belanja pegawai secara otomatis akan mengecil.
• Transformasi Digital: Implementasi software dan sistem manajemen pajak untuk meminimalisir kebocoran dan meningkatkan transparansi.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik inisiatif ini. Kerja sama antar daerah diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain bahwa kemandirian ekonomi daerah dapat dicapai melalui pertukaran teknologi dan inovasi antar-pemerintah kota.
“Ini merupakan langkah yang baik bagi Kota Malang dan Kota Tasikmalaya,”ujar Wahyu
Dengan diterapkannya sistem ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya optimis dapat mencapai target kemandirian fiskal dan memperkuat struktur APBD pada tahun mendatang.mut











