Perkuat Jejaring Global, Dosen Matematika UB Gandeng CeRDaS UTP Malaysia Rintis Riset AI dan Sains Data

Malaysia,  Bhirawa-Komitmen memperluas kiprah riset di kancah internasional terus ditunjukkan sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB). Sebanyak empat dosen Program Studi Sarjana Matematika, Departemen Matematika UB, resmi menjajaki peluang kolaborasi penelitian strategis, pendanaan bersama, hingga pertukaran akademik dengan Center for Resilient Data Analytics and Computational Systems (CeRDaS), Universiti Teknologi PETRONAS (UTP).

​Langkah penjajakan kerja sama ini diwujudkan melalui agenda program Dosen Berkarya yang dipusatkan di Seri Iskandar, Perak, Malaysia, belum lama ini.

​Delegasi UB dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Sarjana Matematika, Ummu Habibah, S.Si., M.Si., Ph.D., didampingi Prof. Dr. Marjono, M.Phil., Kwardiniya Andawaningtyas, S.Si., M.Si., serta Avin Maulana, S.Mat., M.Kom. Mengusung tema Research, Innovation & Academic Collaboration, forum ini membedah potensi kemitraan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), sains data, dan sistem komputasi cerdas.

​Inisiasi kemitraan tersebut berakar dari kolaborasi akademik yang sebelumnya telah terjalin antara Ummu Habibah dengan peneliti UTP, Mohana Sundaram Muthuvalu, Ph.D., P.Tech., FIMA, lewat program Adjunct Professor. Dalam pertemuan kali ini, Mohana turut hadir sekaligus menjadi jembatan penghubung antara delegasi UB dan jajaran pimpinan UTP.

​Pada sesi presentasi, Head of CeRDaS UTP, Dr. Shuhaida binti Mohamed Shuhidan, memaparkan fokus riset lembaganya yang bertumpu pada AI, pembelajaran mesin (machine learning), analitika data, optimasi, serta inovasi sistem komputasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri global. Sebaliknya, delegasi UB memetakan kepakaran kelompok riset di Departemen Matematika guna menyelaraskan topik-topik riset unggulan yang berpeluang digarap bersama.

​Kedua institusi sepakat mengadopsi model kerja sama co-create, co-develop, dan co-deliver. Skema ini memastikan keterlibatan aktif kedua belah pihak sejak perumusan konsep penelitian, perancangan solusi teknis, hingga publikasi luaran riset. Untuk menopang agenda riset tersebut, dibahas pula opsi pembiayaan melalui skema matching grant atau matching fund.

​Selain riset bersama, peluang pertukaran akademik jangka pendek juga mulai dirancang melalui program UB STARS serta Research Attachment Programme (RAP) yang berbasis di UTP.

​Inisiatif lintas negara ini menjadi implementasi nyata komitmen UB terhadap agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Di samping itu, hilirisasi riset di bidang sains data dan kecerdasan buatan yang berorientasi industri turut mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas SDM riset berbasis inovasi data.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *