Sinergi 45 Tahun Unidha Malang, Dorong Akselerasi Global dan Penguatan Tri Dharma

Rektor Unidha Prof. Dr. Suko Wiyono SH.MH memberikan potongan tumpang kepada Dr.Anton Prayitno SPd, MPd, kepala LPPM Unidha

Kota Malang, Bhirawa

Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang merayakan momentum bersejarah dalam perjalanan akademiknya. Memasuki usia ke-45 tahun, kampus yang memiliki keunggulan strategis sebagai perguruan tinggi terdekat dengan pintu tol Kota Malang ini berkomitmen penuh untuk terus berbenah, berinovasi, dan memperluas kiprahnya di kancah nasional maupun internasional.

​Mengusung tema “Rayakan Perjalanan, Ciptakan Masa Depan”, rangkaian perayaan Dies Natalis ke-45 ini menjadi refleksi atas pencapaian panjang yang telah diraih, sekaligus pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat dalam menatap masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

​Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. Suko Wiyono, SH, MH, dalam  menyampaikan rasa syukur mendalam atas kontribusi nyata yang telah diberikan Unidha bagi bangsa dan negara selama hampir setengah abad. Keberhasilan ini, menurutnya, dibuktikan dengan sebaran alumni yang sukses di berbagai penjuru tanah air.

​”Kami sangat bangga melihat kiprah para alumni Unidha di luar sana. Pernah suatu ketika, seorang alumni Fakultas Hukum yang kini telah sukses dan berpangkat Kombes (Komisaris Besar Polisi) di Aceh datang menemui saya. Ini membuktikan bahwa lulusan kita mampu bersaing secara nasional,” ujar Prof. Suko.

​Lebih lanjut, guru besar hukum ini menegaskan bahwa untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, Unidha tidak bisa berjalan sendiri. Kunci utama kemajuan lembaga terletak pada kolaborasi yang solid, bukan kerja perorangan.

​”Kita harus saling mengisi, saling membantu, dan menjaga kebersamaan. Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat—harus dikolaborasikan dengan pihak luar. Melalui kerja sama yang kuat, kemajuan pasti akan diraih,” tegasnya.

​Prof. Suko Wiyono juga terus memotivasi para dosen Unidha untuk meningkatkan kualitas akademik mereka, terutama dalam produktivitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung bagi lembaga dan publik.

​”Minat penelitian harus semakin ditingkatkan. Kami terus mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk segera meraih gelar Guru Besar (Profesor). Kuncinya adalah menekuni Tri Dharma secara konsisten dan penuh kekompakan,” imbuhnya.

​Apresiasi senada juga datang dari Presiden Mahasiswa (Presma) Unidha, Mahrus Arbani. Bagi kalangan mahasiswa, Dies Natalis ke-45 ini bukan sekadar seremonial pertambahan usia kampus, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang lembaga dalam mencetak generasi unggul.

​”Dies natalis ini adalah ruang refleksi untuk menghargai orang-orang yang telah berperan besar dalam memajukan kampus. Dari berbagai latar belakang disiplin ilmu yang berbeda, kita disatukan dalam satu wadah besar bernama Unidha. Kami siap membawa nama kampus ini terus berkembang hingga ke kancah nasional dan internasional,” kata Mahrus penuh optimisme.

​Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-45, Adelia Syafira, menjelaskan bahwa tema tahun ini memiliki makna mendalam mengenai rasa syukur atas perjalanan 45 tahun yang penuh dinamika. Melalui tema ini, panitia ingin membangun kembali inovasi dan menyebarkan energi positif kepada universitas, mahasiswa, hingga masyarakat luas.

​Untuk memeriahkan momentum ini, panitia menggelar berbagai kegiatan interaktif, di antaranya pertandingan badminton serta lomba menyanyi yang melibatkan langsung unsur dosen dan mahasiswa.

​”Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat semakin mengikat rasa kekeluargaan dan mempererat kebersamaan di antara seluruh civitas akademika Unidha. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan luar biasa, dan kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan rangkaian acara ini masih terdapat kekurangan,” pungkas Adelia. mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *