Program pelatihan kecantikan gratis bertajuk “Up-Skill” yang diinisiasi oleh Beauty for a Better Life (BFBL) berkolaborasi dengan Spektra
Kota Malang, Bhirawa
Langkah nyata untuk menekan angka pengangguran sekaligus mencetak wirausaha baru terus digalakkan di wilayah Malang. Salah satunya melalui program pelatihan kecantikan gratis bertajuk “Up-Skill” yang diinisiasi oleh Beauty for a Better Life (BFBL) berkolaborasi dengan Spektra.
Program ini secara khusus menyasar kaum perempuan, terutama para ibu rumah tangga (IRT) yang belum memiliki pekerjaan, agar mampu menciptakan lapangan kerja mandiri sebagai Makeup Artist (MUA).
Ketua Panitia Acara, Maya Faunaya, mengungkapkan bahwa program ini didesain ramah bagi pemula. Target utamanya adalah memberikan keahlian praktis yang terukur bagi masyarakat yang benar-benar berangkat dari nol.
”Kami melatih mereka yang memang belum bisa atau belum memiliki kompetensi di bidang kecantikan ini. Pelatihan diberikan secara intensif mulai dari nol sampai mereka benar-benar mahir dan siap membuka usaha,” ujar Maya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Pelatihan yang kini telah memasuki angkatan (batch) kedua tersebut menerapkan kurikulum yang komprehensif. Peserta tidak hanya disuguhi teori, melainkan juga diwajibkan melewati fase praktik langsung hingga ujian akhir untuk memastikan penyerapan ilmu yang maksimal.
Beberapa poin keahlian yang diajarkan dalam lokakarya (workshop) ini meliputi:
• Analisis Karakter Kulit: Peserta diajarkan mengenali karakteristik dan jenis kulit agar mampu menentukan teknik serta produk riasan yang tepat.
• Tata Rias Wajah (Makeup): Menjadi materi inti untuk mengubah potensi peserta menjadi perias wajah profesional yang andal.
• Tata Rias Rambut (Hairdo): Diberikan sebagai materi penunjang untuk menyempurnakan totalitas pelayanan rias kepada klien.
• Sertifikasi Resmi: Peserta yang dinyatakan lulus ujian akan mendapatkan sertifikat kompetensi resmi dari BFBL serta fasilitas pendukung berupa paket hadiah (goodie bag).
Sistem Kelas Efektif dan Kolaborasi Lintas Profesi
Demi menjaga kualitas dan efektivitas proses belajar-mengajar, panitia membatasi kuota peserta dan membagi jadwal ke dalam beberapa kelompok. Pelatihan pada angkatan kedua ini diikuti oleh 38 orang dari target kuota maksimal 40 orang.
Sesi pembelajaran berlangsung secara intensif selama 11 hari, setiap Senin hingga Jumat, dengan pembagian kelompok menjadi Kelas A dan Kelas B. Pelatihan ini dipastikan 100 persen gratis tanpa dipungut biaya pendaftaran apa pun.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program “Up-Skill” ini juga membuka ruang kolaborasi yang luas bagi para peserta. Panitia turut menggandeng jaringan fotografer dan videografer profesional.
Melalui kolaborasi lintas profesi ini, para peserta yang baru memulai kariernya dapat langsung belajar membangun portofolio karya, memperluas jaringan (networking), serta mempromosikan jasa rias mereka kepada masyarakat luas sejak dini. mut











