Peduli Gempa NTT, Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia

Apresiasi dan Update Korban Gempa NTT

Tuban, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Tuban turut berbelasungkawa kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mengalami gempa bumi Sabtu (15/8) lalu.

Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut menimbulkan kerusakan bangunan pribadi dan umum hingga menelan banyak korban.

Maka dari itu, Pemkab Tuban mengirim pesan simpatinya dengan membatalkan Pesta Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca Juga: Surat Belasungkawa Kepala BNPB kepada NTT Pasca-gempa M 7,7

Upacara Kemerdekaan Tetap Terlaksana

Upacara detik-detik proklamasi tetap terlaksana di Alun-Alun Tuban pukul 10.00 WIB.

Demikian pula untuk upacara penurunan bendera di tempat sama pukul 16.00 WIB.

Hanya saja, pesta kemerdekaan yang semula akan bergulir setelah upacara penurunan bendera terbatalkan.

“Sebagai wujud simpati dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pesta Kemerdekaan di Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dibatalkan,” tulis Pemkab Tuban, Minggu (16/8).

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan kegiatan ini dan ketidaknyamanan yang mungkin timbul,” sambung keterangan tersebut.

Pemkab Tuban dengan Bupati Aditya Halindra Faridzky dan Wabup Joko Sarwono mengajak masyarakat mendoakan saudara-saudara di NTT dan sekitarnya yang terdampak agar mendapat keselamatan, kekuatan, dan ketabahan.

“Semoga proses penanganan dan pemulihan bencana dapat berjalan dengan lancar,” imbuh Pemkab Tuban.

“Duka NTT adalah duka kita bersama,” pungkas rilis tersebut.

Keputusan Pemkab Tuban Dapat Apresiasi Positif

Keputusan pembatalan pesta kemerdekaan dari Pemkab Tuban mendapat respons positif dari warganet.

Bahkan lebih dari 1.000 kali unggahan pembatalan tersebut terunggah ulang oleh warganet di Instagram.

Pengumuman pembatalan itu juga termuat oleh media massa lokal, NTT Terkini sebagai bukti bahwa kepedulian juga ada di daerah lain terhadap masyarakat NTT.

“Terima kasih, Kabupaten Tuban,” tulis media tersebut.

Baca Juga: Imbauan BPBD NTT Pasca-gempa M 7,7: Berikan Doa dan Jaga Privasi Korban

Update Korban Gempa NTT

Menurut rilis resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Minggu (16/8) total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang.

Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.

Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.

Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.

Data sementara pada Minggu (16/8) sore, total rumah rusak berat di Provinsi NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus berjalan oleh tim gabungan.

Hingga Minggu (16/8) sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

Gempa susulan tercatat berjumlah 995 kali dengan gempa yang dapat terasa oleh masyarakat sebanyak 46 kali.

Merespons gempa di NTT, Kepala BNPB bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat yang mengungsi juga terus menjadi prioritas pemerintah.

Sejumlah bantuan telah tersalurkan melalui jalur darat maupun udara.

Bantuan yang telah tiba di antaranya paket logistik dari pemerintah pusat yang terkirim melalui Posko Logistik Nasional Bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).

Total bantuan yang tersalurkan mencapai 4.925 paket.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *