Seleksi Kedokteran UMM melalui pemeriksaan berlapis
Kota Malang, Bhirawa-Sebanyak lebih dari 500 calon mahasiswa baru (camaba) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersaing ketat dalam seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Untuk menjaga kondusivitas dan keamanan, pihak kampus menerapkan pengawasan berlapis dengan menggandeng tiga Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah Malang Raya.
Ujian seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus mendatang, yang dipusatkan di Laboratorium Computer Based Test (CBT) Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 kompleks Rumah Sakit UMM.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM, Dr. Moh. Wahyu Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa penjagaan dari pihak kepolisian dilakukan secara bergiliran setiap harinya guna memastikan seluruh alur seleksi berjalan tertib dan lancar.
”Pengamanan Kampus Putih berkolaborasi dengan Polsek setempat, yaitu Polsek Dau, Polsek Lowokwaru, dan Polsek Karangploso. Karena ujian berlangsung tiga hari, penjagaannya kami bagi. Hari pertama Polsek Lowokwaru, hari kedua Polsek Dau, dan hari terakhir Polsek Karangploso. Ini sinergi antara Satpam internal kampus dengan kepolisian,” ujar Wahyu, Jumat (31/7).
Selain pengamanan area luar, internal ruang ujian juga menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang sangat ketat. Seluruh peserta diwajibkan melewati proses screening fisik sebelum memasuki ruang laboratorium CBT. Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis serta kartu peserta, sementara barang pribadi seperti tas dan jam tangan wajib disimpan di dalam loker.
Menariknya, di tengah ketatnya alur seleksi, panitia menyediakannya fasilitas ‘Mobil Kaca’ (Mobil Pintar/perpustakaan keliling) UMM di sekitar area gedung ujian. Kehadiran fasilitas literasi ini bertujuan untuk memberikan suasana yang lebih rileks guna meredakan kecemasan para peserta sebelum maupun sesudah memecahkan soal ujian.
Di sisi lain, pelaksanaan UTBK kali ini sekaligus menjadi momentum pengenalan gedung perkuliahan baru GKB 5 yang diperuntukkan bagi mahasiswa FK UMM. Gedung tersebut telah ditunjang berbagai fasilitas medis modern seperti laboratorium biomedik, laboratorium skill, hingga laboratorium anatomi.
Lengkapnya sarana penunjang tersebut mendapat apresiasi dari peserta ujian. Ulfa, peserta UTBK asal Merauke, Papua, mengaku mantap memilih UMM karena faktor reputasi akademik dan fasilitasnya yang representatif.
”Akreditasi dan reputasi UMM sudah terbukti sangat bagus. Fasilitas di gedung barunya juga luar biasa, sehingga saya berharap besar bisa lolos dan diterima di FK UMM,” ungkapnya.
Melalui seleksi yang ketat, transparan, dan didukung infrastruktur modern ini, Kampus Putih menegaskan komitmennya untuk menjaring calon dokter muda berintegritas tinggi yang siap mengabdi untuk kesehatan masyarakat di masa depan.mut.











