Bojonegoro, Bhirawa-Pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas menjadi sarana efektif dalam melatih kemandirian dan motorik peserta didik berkebutuhan khusus. Mengusung konsep pengenalan potensi lokal, puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sumbang Bojonegoro menggelar kegiatan kokurikuler di destinasi wisata Mbedidhink Outbound, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Selasa 6/10.
Sejak pagi hari, suasana ceria langsung terpancar saat para siswa tiba di area wisata alam tersebut. Didampingi guru dan fasilitator berpengalaman, anak-anak antusias mengikuti aneka stimulasi ketangkasan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik maupun sensorik masing-masing.
Aktivitas luar ruangan ini dirancang tidak sekadar untuk rekreasi, melainkan juga menanamkan pendidikan karakter secara langsung. Para siswa dilatih untuk bersabar mengantre giliran, mendengarkan instruksi, bekerja sama dalam kelompok, serta beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rutinitas sekolah.
Kepala SLB Negeri Sumbang Bojonegoro, Muslihati, menyampaikan bahwa kegiatan belajar berbasis alam terbuka ini memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan psikologis anak didik. Ia juga mengapresiasi fasilitas dan kesiapan pengelola lokasi yang dinilai sangat ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
”Awalnya saya mengira lokasinya gersang, ternyata lingkungannya sangat rimbun, sejuk, dan ragam permainannya sangat mendukung. Instruktur di sini juga terlatih dan telaten memandu anak-anak,” ujar Muslihati.
Menurutnya, metode belajar langsung di alam membebaskan siswa dari kejenuhan kelas formal. Melalui pendampingan yang intensif, anak-anak memperoleh ruang berekspresi secara leluasa sekaligus membangun rasa percaya diri saat menuntaskan tiap tantangan permainan.
Kegiatan kokurikuler ini ditutup dengan sesi kebersamaan antara murid, wali murid, dan dewan guru di bawah naungan pepohonan rindang Mbedidhink Outbound, meninggalkan kesan berharga bagi tumbuh kembang para siswa.mut












