Data Bencana BNPB: Kabupaten Malang Sempat Kekeringan dan Butuh 300 Ribu Liter Air Bersih

Malang, Bhirawa – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data tentang bencana yang terjadi hingga Senin, 24 Agustus 2026.

Hingga Senin (24/8) pagi WIB, berbagai daerah mengalami beragam bencana.

Ada gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, angin kencang atau cuaca ekstrem, dan kebakaran gedung dan pemukiman.

Baca Juga: BNPB Dukung Perbaikan Rumah Warga Pascagempa NTT: Rusak Sedang 30 Juta

Data dan Dampak Bencana Alam via BNPB 24 Agustus 2026

Menurut rilis BNPB pada Senin (24/8) malam WIB, himpunan bencana tersebut meliputi kejadian sejak 1 Januari hingga 20 Agustus 2026.

Ada delapan lokasi terjadi gempa bumi, enam lokasi mengalami kekeringan, 16 lokasi terjadi karhutla, dua lokasi terjadi angin kencang/cuaca ekstrem, dan satu lokasi terdapat kebakaran gedung/pemukiman.

Selama hampir delapan bulan dan beragam bencana tersebut telah menimbulkan banyak dampak memilukan.

Sekitar 329 jiwa meninggal dunia, 13 orang hilang, 1.523 orang luka-luka, dan 3.860.802 orang harus mengungsi.

Kemudian, 8.079 rumah rusak berat, 5.512 rusak sedang, dan 19.874 rusak ringan.

Lalu, sebanyak 1.470 fasilitas umum dan fasilitas sosial mengalami kerusakan.

Kabupaten Malang Alami Kekeringan

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, menurut rilis BNPB Kabupaten Malang mengalami bencana kekeringan.

Imbasnya, 3.190 keluarga (KK) atau sebanyak 10.364 jiwa terdampak.

Kondisi terkini, telah terlaksana distribusi air bersih sebanyak 363.800 liter kepada korban terdampak kekeringan.

Selain di Malang, Kabupaten Magetan juga tercatat mengalami bencana karhutla pada lahan seluas 7 hektare.

Bencana ini tercatat pada Minggu (23/8) dan telah berhasil padam menurut BNPB.

“Mari tingkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan untuk Indonesia yang tangguh bencana,” imbau BNPB menutup rilis tersebut.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *